Iklan Banner

Cegah Kebocoran, Wakil Ketua DPRD Cilegon Masduki Dorong Optimalisasi Pendapatan Pemerintah Lewat Digitalisasi

 

CILEGON – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan sistem dan pengelolaan potensi pendapatan daerah seperti retribusi sampah, parkir, serta pajak rumah makan dan hotel.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Masduki, usai memimpin rapat gabungan pembahasan Raperda APBD Perubahan Tahun 2025, Kamis (24/7/2025).

“Postur RPJMD-nya sudah bagus dan clear. Tadi juga disampaikan potensi pendapatan seperti dari sampah, pajak hotel, hingga makan minum. Tinggal bagaimana pengelolaannya diperkuat,” ujar Masduki.

Sebagai bentuk dorongan dari legislatif, DPRD telah merekomendasikan agar Pemkot Cilegon segera membangun sistem digital untuk pengelolaan PAD. Sistem ini diharapkan dapat menggantikan metode manual yang selama ini dinilai rawan kebocoran.

“Rekomendasinya jelas, bangun sistem yang baik. Jangan manual lagi. Itu saja kuncinya,” tegasnya.

Menurut Masduki, potensi kebocoran akan sulit dideteksi akibat dari sistem yang masih manual dan belum terstandardisasi, khususnya dalam pengelolaan volume sampah dan timbangan.

Untuk itu, DPRD pun mengusulkan adanya pengadaan alat timbang yang akurat untuk kendaraan pengangkut sampah.

Agil HUT Gerindra

“Mobil pengangkut itu volume-nya besar, jadi harus ada timbangan. Supaya adil dan meminimalisir kebocoran,” lanjutnya.

Di sisi lain, Masduki juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan retribusi parkir serta pemasangan alat perekam transaksi (TAP) di rumah makan.

Alat ini penting agar tidak terjadi manipulasi jumlah pengunjung yang berdampak pada minimnya pendapatan pajak daerah.

“Rumah makan perlu disiapkan alat TAP yang terkoneksi dengan sistem pemerintah. Jadi nggak bisa lagi yang makan 30 orang dicatat cuma 3. Ini untuk mengurangi kebocoran,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai capaian PAD semester pertama tahun 2025, Masduki mengakui ada beberapa hambatan. Namun hal tersebut dianggap masih wajar karena merupakan masa transisi kepemimpinan di Pemkot Cilegon.

“Realisasi sudah cukup baik, tinggal ditingkatkan. Wajar kalau masih belum maksimal, karena ini masa-masa peralihan,” ucapnya.

Ia berharap pada semester kedua 2025 nanti, capaian pendapatan daerah bisa meningkat seiring dengan pelaksanaan penuh program-program yang tertuang dalam RPJMD pada tahun anggaran reguler berikutnya.

“Sekarang kan masih dalam tahapan perubahan, nanti di reguler baru semua program RPJMD dijalankan,” tutupnya. (*/Ika)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien