Dewan Sebut Proses Flaring PT Chandra Asri Tidak Sesuai SOP dan Cemari Lingkungan

CILEGON – Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Masduki, menilai aktivitas flaring PT Chandra Asri Petrochemical tidak sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedure) yang ditentukan.

Diketahui, mekanisme perusahaan tersebut saat akan melakukan flaring diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada instansi terkait dan juga masyarakat terdekat.

“Surat pemberitahuan tidak disampikan pihak perusahaan kepada masyarakat ring satu Cilodan dan sekitarnya. Kenapa saya bilang tidak sesuai dengan SOP, ketika terjadinya flaring saya langsung menanyakan soal surat pemberitahuan kepada Pak Lurah Gunungsugih Bustanil Arifin, apa jawab Pak Lurah, katanya pihak CAP tidak memberikan surat pemberitahuan kepadanya, maka dengan itu saya pastikan proses flaring itu tidak sesuai dengan SOP,” kata Masduki kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Apalagi lanjut Masduki, dampak dari pembakaran gas atau flaring tersebut ternyata menimbulkan keresahan masyarakat, karena terbukti mencemari lingkungan.

Warga mendapati material debu yang sangat berbahaya, dimana sewaktu proses flaring turun hujan lebat sehingga debu limbah pembakaran itu terbawa oleh air masuk ke wilayah pemukiman.

Dishub

“Dampak proses flaring yang dilakukan CAP sangat berdampak bagi masyarakat, air hujan menjadi hitam akibat debu proses flaring itu terbawa dan langsung masuk sumur terbuka milik masyarakat dan menyerap ke tanah,” jelasnya.

Masduki menuntut persoalan tersebut segera disikapi oleh instansi pemerintah yang terkait.

“Coba bayangkan di tengah mewabahnya virus corona masyarakat dikejutkan dengan proses flaring yang dilakukan pihak Chandra Asri, dimana dari proses flaring tersebut api yang menyala dari cerobong membuat suhu menjadi panas, polusi debu dan polusi kebisingan dengan aktivitas ada akibat yang dirasakan masyarakat. Untuk itu pihak DLH dan Dinkes saya meminta agar instansi itu turun memeriksa dampak dan kesehatan masyarakat.

Masduki juga dengan tegas membantah statement Abraham dalam pemberitaan Fakta Banten yang mewakili manajemen PT CAP. Dimana CAP mengklaim telah berkoordinasi dengan masyarakat terkait upaya meminimalisasi dampak flaring.

“Pihak CAP boro-boro mendatangi masyarakat untuk memberikan informasi atau edukasi jika dilakukan flaring kepada masyarakat, ini kan lucu. Dimana di CAP itu banyak orang pintar tapi tidak memberikan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.

“Dan dengan peristiwa semacam ini yang terulang lagi, saya akan membahas bersama dengan anggota dewan Komisi 2 yang lain malam ini. Akan kita dorong segera dilakukan pemanggilan kepada Chandra Asri dan pihak-pihak terkait,” tandas Politisi asal Kelurahan Gunungsugih ini. (*/AdamRT)

KPID Banten