Festival Sepakbola U-10 dan U-12 di Stadion Seruni, Harapan Kebangkitan Sepakbola Cilegon
CILEGON – Riuh rendah suara pendukung menggema dari tribun Stadion Geger Cilegon Seruni. Pekikan semangat dari para ibu terdengar bersahut-sahutan, menyemangati putra-putra mereka yang sedang bertanding dalam Festival Sepakbola U-10 dan U-12 tahun 2025.
Selama dua hari, tanggal 28–29 Juni, stadion ini dipenuhi euforia kompetisi dan semangat kebersamaan dari 40 tim Sekolah Sepakbola (SSB) se-Kota Cilegon.
Pada hari pertama, Sabtu (28/6/2025), 20 tim U-10 dari berbagai SSB tampil menunjukkan keterampilan mereka.
Lapangan Stadion Geger dibagi menjadi tiga mini venue, memungkinkan tiga pertandingan berlangsung secara bersamaan, menambah intensitas dan kecepatan suasana.
Esok harinya, Minggu (29/6/2025), giliran kelompok usia U-12 unjuk gigi.
Meski bertajuk festival, semangat kompetitif dan atmosfer meriah dari para pemain dan penonton menciptakan suasana yang tak kalah dari turnamen profesional.
Sorak teriakan arahan dari para pelatih terdengar bersaing dengan suara dukungan orang tua.
Para pemain cilik tampil percaya diri, menunjukkan olah bola terbaik mereka sambil beradu keterampilan di atas rumput hijau. Antusiasme ini menjadi gambaran nyata semangat sepak bola usia dini di Kota Baja.
Ketua KONI Kota Cilegon, Abdul Salam Salim, menyambut antusias geliat sepak bola anak yang terlihat dalam festival ini.
Baginya, momen ini menjadi isyarat akan kembalinya harapan terhadap dunia sepak bola lokal yang pernah berjaya.
“Alhamdulillah saya sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh PSSI Kota Cilegon, saya berharap antusiasme anak-anak ini bisa menjadi harapan bagi sepakbola Cilegon di masa depan,” tuturnya, Minggu (29/6/2025).
Cilegon memang memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola Indonesia.
Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, tim Pelita Krakatau Steel menjadi simbol kejayaan Kota Baja di kancah nasional, menjadikan nama Cilegon diperhitungkan dalam kompetisi tingkat atas.
Tak hanya timnya, Cilegon juga dikenal memiliki basis pendukung yang kuat dan loyal.
Volcano Mania, kelompok suporter fanatik, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sepak bola Cilegon, mempertegas peran masyarakat dalam membangun atmosfer sepak bola yang hidup.
Memasuki era modern, semangat itu kembali muncul dengan hadirnya Cilegon United Football Club (CUFC). Meski kemudian bubar, jejaknya dilanjutkan oleh RANS United, memperlihatkan bahwa denyut sepak bola di kota ini belum sepenuhnya padam.
Festival Sepakbola 2025 ini menjadi langkah awal yang penting untuk menumbuhkan kembali fondasi sepak bola di tingkat akar rumput.
Melalui anak-anak usia dini, harapan akan kejayaan seperti masa Pelita KS dan CUFC perlahan coba dibangun kembali.
Menurut Abdul Salam Salim, kegiatan seperti ini bukan sekadar selebrasi, tetapi juga ruang penting untuk melatih mental tanding, mengasah kemampuan, serta mengenalkan anak-anak pada atmosfer kompetisi sesungguhnya.
“Harapan kami lebih ditingkatkan lagi untuk kegiatan seperti ini, intensitas dan waktunya, sehingga para atlet memiliki pengalaman kompetisi yang lebih baik,” jelasnya.
Salah satu orang tua yang hadir dalam festival ini, Andini, turut membagikan kebanggaannya melihat anak-anak bertanding secara langsung.
Ia merasa bahwa momen seperti ini sangat berharga bagi perkembangan minat dan bakat anak dalam olahraga.
“Senang melihat anak-anak kita bisa bertanding, ada kebanggaan dan semoga bisa sampai ke depan punya karir yang bagus di dunia sepakbola ini,” katanya.
Andini juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini tidak berhenti di level festival saja, namun bisa berkembang menjadi ajang yang lebih kompetitif dan terstruktur.
“Kami berharap juga ada even yang lebih kompetitif tidak sekedar hanya festival, sehingga anak-anak bisa lebih maksimal mengeluarkan kemampuan mereka dalam sepakbola,” ujarnya.
Dengan semangat yang tercurah dalam Festival Sepakbola U-10 dan U-12 ini, harapan besar tumbuh dari lapangan hijau Stadion Geger Cilegon.
Tak sekadar ajang bermain, festival ini menjadi tonggak awal lahirnya generasi baru sepak bola Cilegon yang siap mengukir prestasi.
Sebagai ruang temu antara mimpi dan pembinaan, festival ini menunjukkan bahwa masa depan sepak bola Kota Baja sedang dipersiapkan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, dan membangun. (*/ARAS)
