Iklan Banner

Jelang PAS, Kepsek YPWKS Cilegon Minta Ortu Siswa Yang Belum Bayar SPP Tabayun

Pandeglang Gerindra HUT

 

CILEGON – Sebelum Penilaian Akhir Semester (PAS) berlangsung, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS) Kota Cilegon mengingatkan kepada orang tua siswa yang masih memiliki tunggakan pembayaran biaya pendidikan seperti halnya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk datang ke sekolahan dan melakukan tabayun.

Sebelumnya beredar pemberitaan terkait siswa SMK YPWKS Cilegon yang belum membayar SPP tidak boleh mengikuti ujian PAS tersebut.

Namun Kepsek SMK YPWKS Cilegon Imam Hasari membantah hal itu, dan mengatakan pihak sekolah selalu memberikan kemudahan bagi siswanya yang belum membayar SPP agar dapat mengikuti ujian yang akan berlangsung di akhir November 2022 ini.

Dikatakan oleh Imam, prosedur yang telah dilakukan selama bertahun-tahun di sekolah tersebut memang benar apabila menjelang PAS pihak sekolah akan memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua sebagai pengingat bagi yang belum membayar tunggakan SPP anaknya agar segera dilunasi.

“Selama ini memang seperti itu, sebelum PAS berlangsung kami akan memberikan surat kepada wali murid untuk mengingatkan mereka agar segera melunasi pembayaran pendidikan seperti SPP, UDP dan UKS,” tutur Imam Hasari selaku Kepala Sekolah SMK YPWKS Cilegon kepada wartawan pada Selasa (22/11/2022).

Biasanya, apabila orang tua atau wali murid yang memang belum mampu membayar pada saat itu hingga menjelang PAS, pihak sekolah akan memberikan keringanan dan kemudahan kepada wali murid agar anaknya bisa mengikuti ujian.

Agil HUT Gerindra

Imam mengatakan, salah satu solusinya adalah orang tua siswa dihimbau untuk datang ke sekolah dan melakukan tabayun serta menjelaskan kendala kenapa anaknya belum bisa melunasi tunggakan.

“Nanti kami berikan kemudahan itu bagi siswa yang orang tuanya belum mampu membayar dengan cara akan kami undang ke sekolah untuk melakukan tabayun dan membicarakan kenapa orang tua siswa tersebut belum bisa membayar. Kan banyak tuh macam-macam kendalanya entah ada yang kondisi keuangannya sedang tidak baik-baik saja dan lain sebagainya. Setelah itu nanti orang tua akan kami arahkan untuk menandatangani dan membuat surat pernyataan terkait kesanggupan membayar SPP tersebut kapan, dan kami membatasinya hingga akhir kelulusan, setelah itu baru siswa diperbolehkan mengikuti ujian,” ujar Imam.

Tapi banyak juga kata Imam, orang tua siswa yang menyalahartikan surat pemberitahuan yang didalamnya tertulis siswa-siswi dilarang mengikuti ujian apabila belum membayar tunggakan pendidikan, sebagai bentuk larangan atau perintah yang harus dikerjakan. Padahal Imam membuat surat itu hanya sebagai formalitas dan pengingat orang tua saja untuk membayar SPP.

“Itu mungkin yang ada di berita tersebut adalah orang tua siswa dari siswa kelas 10, karena dia mungkin belum paham mekanisme yang sudah sering berjalan. Biasanya kalau di kami ada yang masih memiliki tunggakan, orang tua siswa setelah diberikan surat pemberitahuan tersebut akan segera mendatangi sekolahan untuk melakukan tabayun. Tapi karena mungkin orang tua itu belum paham dan mungkin dari kami khususnya dari wali kelas belum memberitahukan kepada wali murid yang belum membayar untuk datang ke sekolah, makanya surat tersebut ditelan mentah-mentah dan mengartikan bahwa anaknya jika belum melunasi tidak diperbolehkan ikut ujian, itu salah,” tegas Imam.

Imam juga meminta maaf kepada wali murid yang bersangkutan, dikarenakan wali kelas dari anak orang tua tersebut belum memberitahukan kepada orang tua untuk tetap tenang dan datang ke sekolah serta menjelaskan semua kendala yang ada.

“Sebelumnya saya mohon maaf, mungkin saya belum mengingatkan kembali kepada wali kelas sehingga wali kelas yang bersangkutan tidak memberitahu kepada orang tua itu bahwa anaknya tetap akan mengikuti ujian walaupun masih memiliki tunggakan. Ya tadi dengan datang ke sekolah terlebih dahulu sebelum PAS berlangsung,” kata Imam.

Lebih lanjut lagi Imam menegaskan, jika seandainya sebelum PAS hingga PAS berlangsung orang tua siswa yang bersangkutan atau yang belum melunasi tunggakan tidak datang ke sekolah dan melaksanakan tabayun, maka anak dari orang tua itu tetap masih bisa mengikuti ujian yaitu ujian susulan.

“Kan ada biasanya mereka orang tua datang ke sekolah pas kegiatan ujian berlangsung atau setelah ujian berlangsung mungkin dikarenakan sibuk dan lain-lain, tapi kami tetap membiarkan anaknya itu ikut ujian, yaitu ujian susulan. Kita tegaskan sekali lagi, bahwasanya kami tidak sekejam itu melarang siswa kami yang belum membayar SPP untuk ikut ujian, kami akan lakukan segala cara agar siswa tersebut dapat mengikuti ujian sehingga tidak mengganggu proses belajar anak di sekolah kami, dan kami akan berikan yang terbaik,” jelas Imam. (*/Hery)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien