Kadisdik Sebut SMPN 5 Cilegon Jadi Pilar Proyek Sekolah Rujukan Google Satu-satunya di Banten
CILEGON — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengungkapkan bahwa SMP Negeri 5 Cilegon sebagai satu-satunya sekolah di Provinsi Banten yang menjadi kandidat proyek Sekolah Rujukan Google atau Google Reference School.
“Kami diundang langsung oleh Google saat kemarin lalu, dalam hal ini Google for Education, ke kantor pusat Google Indonesia,” ujar Heni, di Cilegon, Selasa (13/5/2025).
Menurutnya, undangan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang digagas Google untuk menunjuk dan membina sekolah-sekolah di Indonesia agar menjadi pelopor dalam penerapan teknologi pendidikan digital berbasis platform Google.
“Dalam pertemuan itu hadir para kepala daerah, mulai dari wali kota, gubernur, hingga kepala dinas pendidikan dari berbagai kota, kabupaten, dan provinsi,” jelasnya.
Ia mengatakan, Google tengah menjalankan program pencalonan Google Reference School yang kini telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia.
Di Banten sendiri, SMP Negeri 5 Cilegon menjadi satu-satunya sekolah yang telah masuk sebagai kandidat resmi.
“Dari Provinsi Banten, baru SMP Negeri 5 Cilegon yang terpilih menjadi kandidat. Ini tentu sebuah kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Heni menjelaskan bahwa kunjungan ke kantor Google Indonesia yang dilakukan pada 29 April lalu juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang, para pengawas, kepala sekolah, serta tim IT dari SMPN 5 Cilegon.
“Di sana, SMPN 5 Cilegon dijadikan sekolah percontohan nasional dalam proyek Google Reference School. Mereka diminta memaparkan bagaimana proses sekolah tersebut bisa menjadi kandidat, serta inovasi pembelajaran digital yang diterapkan,” ucapnya.
Ia menambahkan, sekitar 30 persen guru di sekolah tersebut telah tersertifikasi dan memiliki kompetensi dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Sekolah juga telah difasilitasi dengan 60 unit Chromebook dan menjalankan pembelajaran digital aktif melalui Google Workspace, termasuk penggunaan Google Form dan Google Classroom.
“Saat ini sekitar 80 persen siswa, dari total hampir 1.000 siswa, telah menggunakan produk-produk Google dalam pembelajaran harian. Ini menjadi bukti kesiapan sekolah dalam transformasi digital pendidikan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan SMPN 5 Cilegon tidak lepas dari proses panjang, mulai dari kesulitan awal saat pandemi COVID-19 di mana guru dan siswa belajar beradaptasi dengan pembelajaran daring, hingga akhirnya mampu mengembangkan metode pembelajaran digital secara mandiri dan berkelanjutan.
“Ini menjadi motivasi besar bagi kami, bahwa di Provinsi Banten kini telah ada satu sekolah yang masuk dalam jajaran kandidat Sekolah Rujukan Google. Sebuah prestasi dan tonggak penting dalam dunia pendidikan digital,” pungkasnya.(*/Nandi)
