Kapolres Cilegon Tegaskan Kehadiran Polisi di SMKN 1 Cinangka Hanya untuk Pengamanan
CILEGON – Polemik pembatalan acara wisuda di SMKN 1 Cinangka, Kabupaten Serang, terus menjadi perhatian publik. Di tengah sorotan tersebut, muncul kabar bahwa pihak kepolisian turut memeriksa panitia wisuda.
Namun, Kapolres Cilegon AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.iK., M.Si. menepis kabar tersebut dan menegaskan bahwa kehadiran anggota Polsek Cinangka semata-mata untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Keterlibatannya pengamanan di lokasi, biar kamtibmas terjaga, situasi aman, tidak ada polemik, masyarakat dilindungi,” ujar Kapolres Kemas kepada awak media, Jumat (9/5/2025).
Sebelumnya, suasana di SMKN 1 Cinangka sempat memanas usai pembatalan acara wisuda yang sebelumnya menarik pungutan hampir Rp800 ribu per siswa.
Seorang anggota komite sekolah, Nanang, sempat menyatakan bahwa panitia wisuda telah “diperiksa polisi” dan saat itu memang ada anggota kepolisian yang berada di dalam salah satu ruangan sekolah.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Kapolsek Cinangka IPTU Rusnata.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima laporan resmi maupun melakukan pemeriksaan terhadap panitia wisuda. Kehadiran anggotanya hanya sebatas pengamanan situasi.
“Tidak ada laporan dan tidak ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan) di Polsek terkait wisuda SMKN 1 Cinangka. Memang benar ada anggota kami di sekolah, tapi hanya untuk keperluan pengamanan, bukan melakukan pemeriksaan,” jelas IPTU Rusnata.
Polemik wisuda ini bermula dari pungutan sebesar Rp795 ribu per siswa yang telah dibayarkan oleh ratusan siswa.
Setelah acara dibatalkan, pihak sekolah hanya mengembalikan Rp200 ribu per siswa, yang memicu kekecewaan dari para wali murid. (*/Ika)
