KNPI Dorong Walikota Cilegon Berikan Penghargaan Kepada Pemuda Berprestasi Tingkat Nasional

CILEGON – Penulis dan Jurnalis asal Kota Cilegon Rahmatullah Safrai telah meraih prestasi di tingkat nasional Scene 2021. Ajang bergengsi dalam kompetisi penulisan skenario film layar lebar dan series yang diadakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Lelaki yang akrab disapa Pram ini telah menyelesaikan draf naskah skenario film berjudul “Mister Jaipong” yang ditulis selama 14 hari dalam program inkubasi di Kota Bogor. Kemudian di malam final showcase berhasil menyabet piala penghargaan dari Kemenparekraf RI.

Ketua DPD KNPI Kota Cilegon Najmudin merasa bangga salah satu pengurus KNPI memiliki talenta yang mampu berkopetisi ke tingkat nasional dan membuahkan prestasi terbaiknya.

“Pram adalah salah satu pengurus KNPI. Bagi kami tentu sangat membanggakan. Pemuda Cilegon berhasil masuk ke industri perfilman tanah air,” kata Najmudin kepada Fakta Banten, Selasa (7/9/2021).

Najmudin berharap Pemerintah Kota Cilegon memberikan penghargaan dan suport kepada pemuda berprestasi di tingkat nasional.

“Penghargaan disini sebagai motivasi untuk pemuda lainnya. Sehingga bisa dan berani berkarya apa pun bakatnya,” kata Najmudin.

Sementara itu finalis Scene 2021 Rahmatullah Safrai menceritakan pengalaman menarik selama berkopetisi. Berawal mengirimkan karya di penyelenggaraan Scene Daerah di Kota Bandung dan kemudian lolos 20 besar, ia pun berhasil lolos ke tahap final dengan mengikuti tahapan inkubasi dan malam final showcase.

“Setelah menjalani proses inkubasi yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya bisa sampai pada malam final showcase di Jakarta, 3 September lalu. Alhamdulillah berhasil presentasi dengan baik di hadapan para produser dan investor film,” kata Pram yang berkerja sebagai Humas dan Media di Kampus Al-Khairiyah Citangkil.

Film Mister Jaipong terinspirasi dari seni tradisi Tari Jaipong yang sudah mulai terpinggirkan oleh hiburan modern. Dikemas penuh aksi laga, tawa dan airmata.

“Sebagai putra daerah yang dapat kesempatan emas belajar penulisan skenario film dan dibimbing oleh mentor profesional dalam tahap inkubasi, tentu berharap bisa mengangkat potensi daerah dalam cerita film,” kata Pram.

Pemerintah daerah seharusnya turut berbangga ketika ada peserta yang lolos dan kemudian membuat cerita film berdasarkan lokalitas.

“Cerita bersumber lokalitas tapi dikemas dengan epik dan modern, maka akan menaikan nilai pasar. Dampaknya jelas akan mengakat potensi sumber daya yang ada di daerah untuk diperkenalkan melalui film,” kata Pram.

Keberhasilan Pram dalam menorehkan prestasi ke tingkat nasional tentu membuat bangga Kota Cilegon. Pram hanya berharap, segala bentuk kreatifitas anak mudah harus mendapat dukungan dan suport dari Pemerintah Daerah.

“Di Cilegon mau belajar film tidak ada tempatnya. Cukup beruntung di inkubasi Scene 2021 bisa banyak belajar. Insyallah ini adalah jalan menuju industri perfilman Indonesia,” kata Pram. (*/Ihsan)

Demokrat
Royal Juli