Krisis Air di Perbukitan Cilegon, Warga Tembulun Tempuh Jarak 3 Kilometer Demi Setetes Air

CILEGON — Di balik geliat industri Kota Baja, masih tersimpan ironi yang dialami warga di Link Tembulun RT 01 RW 04, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten.
Wilayah yang berada di kawasan perbukitan itu hingga kini masih bergelut dengan krisis air bersih.
Akses menuju permukiman warga di daerah tersebut tidak mudah. Jalan terjal dan berbukit menjadi tantangan sehari-hari.
Sepanjang jalur itu, deretan galon berisi air bersih tampak berjajar di pinggir jalan, menunggu diangkut oleh pemiliknya setelah menempuh perjalanan panjang.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar, warga harus berjalan hingga sekitar tiga kilometer menuju sumber air alami berupa sumur.
Air tersebut diambil secara bergantian, lalu dibawa pulang menggunakan galon.
Salah seorang warga, Murtajina, mengungkapkan kondisi yang sudah lama ia jalani bersama keluarganya.
“Iyah, setiap hari saya ambil air di sumur ini untuk kebutuhan sehari-hari, untuk minum, mandi, masak,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Dalam sehari, ia mengaku harus mengambil setidaknya tiga galon air untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Dalam sehari saya harus ambil sekitar 3 galon untuk dibawa ke rumah, kadang saya atau suami saya,” katanya.
Menurutnya, terdapat dua sumur alami yang menjadi sumber utama air bagi warga, yang digunakan secara bergantian.
“Ada dua sumur sumber air, biasanya diambil warga secara bergantian,” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 2303 Pulomerak, Kodim Cilegon, Serma Ujang Sujai, membenarkan kondisi kesulitan air yang dialami warga di wilayah tersebut.
“Daerah ini sulit air, jadi warga di sini mengambil air dengan mengandalkan sumur alami yang ada di sini untuk kebutuhan di rumahnya, minum, mandi, dan memasak,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan, termasuk bantuan sumur bor. Namun, kondisi geografis dan kedalaman tanah membuat air sulit ditemukan.
“Pemerintah dan TNI bahkan sudah sempat memberikan bantuan sumur bor, namun daerah ini dengan kedalaman tanah yang dalam sulit keluar air,” jelasnya.
Pihaknya berharap adanya solusi konkret dari pemerintah maupun pihak terkait untuk mengatasi persoalan mendasar tersebut.
“Kami berharap melalui pemerintah atau pihak lainnya semoga daerah ini bisa menemukan solusi dalam mengatasi kebutuhan air bagi warga di sini,” pungkasnya.***


