Wisata Anyer

Kunjungan Ketua MPR RI, Sinyal Dukungan Negara Perkuat KS di Industri Baja

 

CILEGON – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau Krakatau Steel Group (KRAS) di Cilegon, Jumat (17/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan negara terhadap transformasi Krakatau Steel Group yang menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Direktur Utama Akbar Djohan, sekaligus menegaskan perannya sebagai aset strategis nasional dalam memperkuat industri manufaktur dan daya saing baja domestik.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memberikan apresiasi terhadap transformasi yang dinilai membuat Krakatau Steel Group semakin adaptif dan kompetitif.

“Krakatau Steel Group telah mengalami transformasi besar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Ini adalah industri baja yang patut kita banggakan sebagai yang terbesar di Indonesia,” tegas Ahmad Muzani, Jumat (17/4/2026).

Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kinerja melalui efisiensi dan penguatan daya saing global, didukung teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Kami melihat kemampuan teknologi dan SDM yang dimiliki sangat baik. Dampaknya nyata, Krakatau Steel Group kini mampu mencatatkan laba dan terus memperbaiki pengelolaan keuangannya,” tegasnya.

Ahmad Muzani juga berharap Krakatau Steel Group terus memperkokoh perannya sebagai ikon industri nasional dan menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan baja dalam negeri hingga ekspansi ekspor.

“Kebutuhan baja ke depan akan terus melonjak, mulai dari pembangunan infrastruktur, industri otomotif, hingga perkeretaapian. Kami berharap Krakatau Steel Group menjadi tumpuan utama dari seluruh sektor strategis tersebut dan terus melaju sebagai pemimpin industri baja nasional,” ungkapnya.

Direktur Utama Krakatau Steel Group, Akbar Djohan, menyatakan kepercayaan negara menjadi motivasi untuk mempercepat transformasi dan memperkuat rantai pasok nasional.

“Apresiasi dan kepercayaan negara adalah motivasi besar bagi kami untuk terus memacu efisiensi serta memperkuat rantai pasok nasional. Krakatau Steel Group berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai aset strategis dalam mewujudkan kemandirian industri nasional,” tegasnya.

Akbar menambahkan, transformasi perusahaan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi industri dan ketahanan ekonomi nasional.

Selain produksi baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan kawasan industri terintegrasi dengan dukungan infrastruktur energi, air, teknologi, serta konektivitas logistik.

“Saat ini Krakatau Steel Group tengah mengembangkan kawasan industri baru di Anyer, Kabupaten Serang, yang difokuskan pada sektor petrokimia dan industri strategis, serta diproyeksikan berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelas.

Kawasan tersebut memiliki luas awal sekitar 400 hektare dan diproyeksikan berkembang hingga lebih dari 2.000 hektare, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan industri baru dan magnet investasi di wilayah barat Indonesia.(*/ARAS)

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien