Pemkot Cilegon Kaji Program Sekolah Gratis di Swasta, Ditargetkan Mulai 2027
CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tengah mengkaji pelaksanaan program sekolah gratis bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta.
Program tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada 2027 setelah kajian teknis dan mekanisme pelaksanaannya rampung.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan pendataan, verifikasi, serta peninjauan langsung ke sejumlah sekolah swasta yang dinilai membutuhkan dukungan pemerintah, terutama sekolah dengan jumlah peserta didik yang masih terbatas.
“Atas arahan Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, kami sudah mengunjungi sekolah-sekolah swasta yang memang membutuhkan bantuan. Saat ini semuanya masih dalam tahap kajian,” kata Heni di Cilegon, Selasa (28/7/2026).
Menurut dia, program tersebut tidak akan diberlakukan untuk seluruh sekolah swasta. Pemerintah akan melakukan seleksi agar bantuan biaya pendidikan tepat sasaran dan diberikan kepada sekolah yang memenuhi kriteria.
“Dari 38 sekolah swasta yang didata, sebanyak 25 sekolah saat ini masuk dalam kajian awal sebagai calon penerima bantuan dari Pemkot. Nantinya tidak semua sekolah swasta akan menerima bantuan SPP gratis,” ujarnya.
Heni menjelaskan, bantuan pendidikan nantinya hanya diberikan kepada siswa yang bersekolah di sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama atau menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Cilegon.
“Intinya, bantuan akan diberikan kepada anak-anak Cilegon yang bersekolah di sekolah swasta yang sudah bekerja sama dengan Pemkot. Mekanismenya masih terus kami kaji,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan program sekolah gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Cilegon.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan hak anak-anak Cilegon untuk memperoleh pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga perguruan tinggi melalui berbagai program, termasuk beasiswa, sehingga SDM Cilegon mampu bersaing,” ujar Robinsar.
Ia menegaskan, sekolah swasta yang akan menerima program tersebut harus melalui proses verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada lembaga pendidikan yang memenuhi persyaratan.
Untuk mendukung pelaksanaan program itu, Pemkot Cilegon menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar yang dialokasikan bagi jenjang SD dan SMP swasta.
“Prinsipnya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Jadi tidak semua sekolah SD maupun SMP swasta akan menerima program ini,” kata Robinsar.***

