Kunjungi Keluarga Di Ciwedus Tempati Rumah Tidak Layak Huni, Sanuji: Kita Harus Carikan Solusi

CILEGON – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamerta mengunjungi tujuh keluarga yang beragam dengan dominan lansia dan juga ada anak yatim piatu, mereka tinggal di Link Ciwedus Baru, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.

Menurut Sanuji hal itu harus dicarikan solusi karena kondisi rumahnya yang tidak layak huni yang sudah ditempati belasan tahun oleh mereka.

“Warga Cilegon, KTP Cilegon, sebagian besar lahir di Cilegon punya rumah sangat sederhana, sangat tidak layak, rumahnya tidak ada kamar mandi, dindingnya asbes dan menyewa tanah dari pemiliknya,” kata Sanuji kepada Fakta Banten, Senin (27/9/2021).

Melihat kondisi tersebut pihaknya akan membantu dengan semua jenis bantuan yang mereka butuhkan, menurutnya yang harus difikirkan ke depan adalah tempat tinggal, karena mereka tinggal di tanah yang dipinjamkan oleh tokoh.

“Ada yang meminjamkan tanah untuk mereka membangun rumah sementara disitu, jadi mereka tidak bisa bangun lebih bagus lagi, tidak bisa bangun permanen, termasuk bantuan rutilahu tidak bisa, karena itu standard nya tanah milik orang lain,” ujarnya.

Sanuji menuturkan ada sebuah keniscayaan yang bisa dilakukan untuk mencarikan solusi, terlebih Cilegon ini adalah kota Industri, ia menganggap sebenarnya Industri bisa saja membantu.

“Industri bisa bangunkan rumah, hanya problemnya tanah itu adalah tanah orang, kalau bisa dapat tanah milik sendiri, menurut saya industri bisa kolaborasi dengan Pemkot,” katanya.

“Solusinya kita harus carikan tanah, kalau gak kita bangun rumah susun, kita bangunkan dengan sewa murah, solusinya dibanyak tempat di Kota ya dibangunkan rumah susun, kalau disitu ada tujuh rumah potensinya mungkin se Cilegon bisa ratusan orang yang numpang numpang gitu,” imbuhnya.

Ditempat yang berbeda Lurah Ciwedus Suherman saat dikonfirmasi terkait warganya tersebut, ia mengatakan pihaknya selalu intens memperhatikan warganya dengan memberikan bantuan yang dilakukan oleh pemerintah, yang sudah dilakukan kegiatan pembagian sembako, pembagian BLT dan yang lain.

“Mereka sewa lahan ke keluarga besar seseorang disitu, sewa lahan itu 120 ribu rupiah per bulan, Alhamdulillah saat ini ada beberapa yang membantu pembuatan jamban termasuk kita bantu untuk sumber air, kita bor dengan jet pam, dan lantai diplur semen” katanya.

Saat ditanya terkait pembangunan rutilahu pihaknya akan melakukan koordinasi kepada dinas terkait dan terpenting dengan pemilik lahan, karena terkendala dengan hak milik lahan tersebut.

“Sebelum pengeboran jet pam kami sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan dan diizinkan, semoga ke depan kita bisa mencarikan solusi yang tepat untuk permasalahan ini,” pungkasnya. (*/Ihsan)