Langganan Banjir, DPUTR Sedot Air yang Menggenangi Jalan Protokol Cilegon

CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon kembali menyedot air yang menggenangi Jalan Protokol yang merupakan jalan nasional tepatnya di Jl Raya SA Tirtayasa, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Disedotnya jalan tersebut berkenaan di tempat itu menjadi langganan banjir setiap hujan dipastikan jalan tersebut banjir yang menyebabkan banyak kendaraan yang mogok dan memperlambat laju kendaraanya.

Agus, penguna jalan sangat menyayangkan jalan nasional tersebut menjadi langganan banjir, ketika hujan baik ketika lebat dan kecil.

Ditambah, drainase yang ada sangat buruk sehingga ketika hujan air tidak bisa mengalir masuk ke drainase tersebut.

“Bosan saya kang, pasti kalau melewati jalan itu pasti banjir padahal hujan gak begitu gede – gede amat, ini disebabkan saluran airnya sangat buruk padahal drainase tersebut baru saja di bangun,” gerutu Agus saat melintas Senin (30/1).

Lain Agus, lain pula dengan Andri pengguna jalan lain. Andri juga sangat menyangkan jalan nasional tersebut digenangi air padahal jalan tersebut adalah jalan yang padat sehingga ketika banjir menjadi macet karena pengendara memperlambat laju kendaraanya.

Advertorial

Advertorial

“Macet parah kang di jalan itu karena banyak kendaraan yang memperlambat laju kendaraanya di tambah lagi banyak kendaraan yang mogok karena memaksakan lewat,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kabid Bina Marga Kota Cilegon Hilmy, mengaku kewalahan untuk menyedot jalan nasional yang sering banjir, di tambah mobil penyedot air itu hanya satu dan kapasitasnya juga kecil hanya 5000 liter.

Jadi ketika penuh mobil tanki tersebut harus bolak – balik untuk membuang air sedotan tersebut.

“Mobil tanki yang kita punya (DBMTR – red) hanya satu jadi kalau ada kegiatan penyedotan kami kewalahan. Tapi Mudah-mudahan di tahun anggaran ini bisa ditambah mobil tanki penyedot air ini agar lebih maksimal,” terangnya.

Ketika ditanya sering banjirnya di lokasi tersebut karena saluran pembuangan air buruk, Helmi membantahnya.

“Kalau masalah drainase sudah cukup ini di sebabkan semalam itu hujan cukup lebat sehingga debit air yang masuk kesaluran tidak tertampung dan meluap kejalan raya,” tegasnya.

“Dan agar nantinya tidak terjadi lagi kebanjiran di jalan tersebut DBMTR di tahun anggaran ini akan membuat booring (jalan air di bawah tanah) melewati Jalan Raya hingga ke jalan KH Wasyid sehingga ketika air tidak tertampung di drainase itu bisa mengalir langsung ke drainase yang ada di Kelurahan Sukmajaya,” tukasnya. (*)