Meski Cetak Laba, PT Krakatau Wajatama Dianggap Alergi Masyarakat

BPRS CM tabungan

CILEGON – Elemen masyarakat di Cilegon merasa kecewa dan diabaikan dengan PT Krakatau Wajatama, salah satu anak perusahaan Krakatau Steel. Dimana, elemen masyarakat berniat untuk melakukan silaturahmi terkait perkembangan dan tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan tersebut.

Melalui Ketua DPC Brigade Al-khairiyah Kota Cilegon, Yosep Sopana mengatakan, beberapa perusahan lain banyak yang menerima pihaknya untuk beraudiensi atau dialog bersama, terutama membahas soal TJSL perusahaan.

DPRD Pandeglang Kurban

“Kami ingin bersinergi dalam upaya peningkatan hubungan baik antara masyarakat dan industri. Dan bahkan beberapa program kami juga banyak untuk hubungan saling bantu,” kata Yosep, Selasa (2/2/2021).

Maskot KPU Cilegon

Pihaknya mendapat informasi, PT Krakatau Wajatama yang sebelumnya rugi US$28,85 juta berhasil untung US$1,76 juta pada 2020 lalu. Lalu, melalui surat pihaknya bermaksud melakukan audiensi, untuk membina hubungan dan membantu agar trend positif tersebut dapat terjaga.

“PT Krakatau Wajatama yang masih dalam tubuh KS menolak surat audiensi kami, ada beberapa perusahan juga yg belum bisa audiensi tapi mereka memberikan surat balasan. Kalau ini jangankan surat balasan surat kami pun tidak diterima oleh pihak manajemen,” jelasnya.

Brigade Al-khairiyah menyayangkan sikap anak perusahaan dari Emiten BUMN produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) yang diberitakan pencapaian kinerja perseroan sepanjang 2020 yang berhasil berbalik membukukan laba bersih, namun menutup diri atau alergi dengan masyarakat sekitar dalam kepentingan tumbuh bersama.

“Yang jadi pertanyaan apakah memang PT Krakatau Wajatama seperti ini atau oknum manajemen yang anti masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini naik, wartawan masih mencoba menghubungi pihak PT Krakatau Wajatama. (*/A.Laksono).

Gerindra Banten Idul Adha
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien