Iklan Banner

Meski Dilarang Walikota, Sekolah Madani Cilegon Tetap Gelar Wisuda di Gedung Kominfo

Pandeglang Gerindra HUT

CILEGON – Sekolah Madani Kota Cilegon, tingkat SD Madani XVIII, SD Elfatih XII, dan SMP Madani Islamic School angkatan XV, menggelar acara pelepasan dan wisuda siswa di Gedung Kominfo Pemkot Cilegon pada Sabtu (14/6/2025).

Acara tersebut tetap dilaksanakan meski sebelumnya Walikota Cilegon, Robinsar, melalui surat edaran resmi, telah menyatakan larangan pelaksanaan kegiatan wisuda bagi satuan pendidikan SD, SMP, SMA sederajat diluar lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah membebankan biaya sebesar Rp750 ribu kepada setiap orang tua atau wali murid untuk mengikuti acara wisuda tersebut.

Ketentuan pembayaran itu disebutkan dalam surat edaran internal yang sebelumnya telah disebarkan oleh pihak sekolah kepada wali murid.

Pantauan di lokasi, suasana Gedung Kominfo tampak semarak.

Tampil depan gedung terpampang sepanduk selamat datang peserta murid dan orang tua wali pelepasan wisuda

Acara berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan yang disiapkan oleh panitia dan pihak sekolah, ruangan tampak ramai dan sumpek karena kehadiran banyaknya para siswa dan orang tua wali.

Agil HUT Gerindra

Meski demikian, tidak terdapat fasilitas tambahan khusus yang disediakan panitia.

Seluruh rangkaian kegiatan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di gedung pemerintah tersebut.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku harus membayar biaya untuk mengikuti acara tersebut.

“Saya kaka dampingi adik saya yang sekolah di SMP Madani. Memang ada biaya, tapi saya kurang tahu pasti jumlahnya. Sekitar ratusan ribu, katanya soalnya orang tua yang urus,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sebagai alumni Madani, dirinya merasa bahwa pelaksanaan wisuda di gedung pemerintahan terkesan kurang nyaman.

“Saya juga alumni Madani. Baru kali ini diadakan di gedung pemerintah. Dulu waktu saya lulus, acara diadakan di luar (gedung). Sekarang kesannya panas, sumpek, dan acaranya juga biasa saja,” tuturnya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan wali murid lainnya. Ia membenarkan bahwa acara tersebut memang berbayar.

“Yang urus istri saya. Tapi memang sekolah swasta biasanya pelaksanaan wisuda atau pelepasan disepakati bersama oleh orang tua. Mungkin karena mayoritas setuju, akhirnya tetap dilaksanakan,” pungkasnya.(*/Nandi).

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien