Wisata Anyer

NS Bluescope Tak Hadiri Hearing, Masyarakat: Perusahaan Asing Gak Tertib

Posco Idul Adha

CILEGON – Adakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kota Cilegon, masyarakat Lingkungan Makam Maja mengaku kecewa, sebab PT Nippon Steel Bluescope Indonesia tak hadir dalam RDP tersebut.

Perwakilan masyarakat Makam Maja, Didi Iskandar menyampaikan kekecewaan tersebut menjadi suatu catatan tak baik untuk lembaga DPRD Kota Cilegon. Ia menduga, PT. NS Bluescope Indonesia tak mengindahkan pemanggilan tersebut, dan infonya DPRD Kota Cilegon menyurati kembali perusahaan swasta tersebut.

“Mungkin akan diagendakan kembali dua minggu dari pertemuan yang lalu, (30/03/2021). Saya dapat menilai bahwa PT NS Bluescope Indonesia diajak duduk bersama dengan masyarakat dan anggota DPRD saja itu dibaikan, berarti asumsi saya atas nama masyarakat betul diduga perusahaan ini tertutup atas informasi dan transparansi. Maka kami juga akan segera memdesak kepada anggota DPRD terutama Komisi II untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan ini,” kata Ketua FM3B ini, Rabu (30/3/2021).

Forum Makam Maja Bersatu (FM3B) yang beralamat di lingkungan makam maja RT 03/05 Kelurahan Rawa Arum, Grogol itu mengaku saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah non-teknis untuk menggugah PT Ns Bluescope Indonesia agar bisa bertemu masyarakat.

Didi mengaku, memdapatkan data dari Ketua CCSR Kota Cilegon bahwa bantuan yang pernah dilakukan PT Bluescope Indonesia berupa jambanisasi, dan lain-lain, yang dilakukan disekitar wilayah Cilegon.

PT PCM Idul Adha

“Seharusnya memberikan skala prioritas kepada kami, karena jelas wilayah kami lebih dekat dengan perusahan ini. Ini perusahaan asing gak tertib,” tutur Didi.

Disisi lain, pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua Komisi II dan anggota lainnya, sudah menerima dirinya, serta peran aktif dari masyarakat yang ikut mengawal soal ini.

“kami sadar bahwa perjuangan ini tidak berhenti disini saja tetapi kami juga sedang mengupayakan untuk mengirimkan surat ke Dubes (australia dan jepang) yang notabene perusahan ini dimiliki oleh dua negara tersebut di Jakarta,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua PMAG Kota Cilegon Ust Sunardi Dzamud mengatakan pihaknya keberatan terkait ketidakhadiran PT NS Bluescope Indonesia dalam RDP tersebut, dimana secara tak langsung merendahkan legislatif di Kota Cilegon secara institusi.

“Maka saya secara pribadi dan atas nama organisasi meminta kepada pimpinan komisi II DPRD Kota Cilegon agar segera bertindak tegas dan langsung sidak,” tuturnya.

Agar tak lagi tertutup, apalagi kepentingannya adalah kepentingan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam kemana CSR perusahaan tersebut ini diberikan.

“Jangan karena pandemi dijadikan alasan untuk tidak menemui kami dan anggota DPRD komisi II, bahkan disela-sela hearing tadi saya bersedia duduk bersama dengan perusahaan dapat mengurai dan membantu dalam program penanganan CSR dan rekuitmen tenaga kerja,” ungkapnya.

Jadi bilamana, PT NS Bluescope Indonesia diam, dan tidak memberi jawaban maka tentu pihaknya juga akan sampaikan ini sampai ke tingkat pusat. Kondisi saat ini memang kita sedang pandemi tetapi jangan dijadikan alasan bahwa PT NS Bluescope Indonesia menutupi atas informasi dan transformasi tentang CSR.

“Saya sudah menduga karena ini perusahaan asing sudah jelas akan mengabaikan kepentingan masyarkat setempat, tetapi kalau ini menjadi kebenaran maka akan saya sampaikan pula nilai-nilai historis tentang berdirinya pabrik ini,” pungkasnya. (*/A.Laksono).

DPRD Kab Serang Idul Adha
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien