Loading...
Loading...

PDAM Cilegon Pertimbangkan Sindangheula dan Karian sebagai Sumber Air Baru

Dewan Subari Idul Fitri

 

CILEGON – Perumda Air Bersih Cilegon Mandiri tengah mengupayakan sumber air baku tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat.

Dengan pesatnya pertumbuhan industri dan ekspansi wilayah di Kota Cilegon, permintaan air bersih diproyeksikan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita banyak berkoordinasi dengan teman-teman developer, banyak informasi bahwa mereka menambah wilayah, konsesi wilayah itu bertambah,” ujar Direktur Utama Perumda Air Bersih Cilegon Mandiri, Ikhsan Kurniawan, Sabtu (15/2/2025).

Seiring perkembangan tersebut, belum ada kepastian terkait peningkatan kuota suplai air ke depan, mengingat kebutuhan industri yang terus meningkat.

“Kita tidak tahu apakah ada peluang atau tidak untuk nambah kuota ke depannya, karena KTI akan ada target-target sendiri pastinya. Apalagi sekarang industri berkembang juga, itu pasti berbanding lurus dengan kebutuhan air bersihnya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM Cilegon Mandiri mencari alternatif sumber air di luar PT Krakatau Tirta Industri (KTI), yang selama ini menjadi pemasok utama.

“Makanya kita harus berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan sumber lain selain dari PT KTI. Jangka menengah dan jangka panjangnya, kita berharap kepada program pemerintah pusat, yaitu SPAM Regional yang berasal dari Karian dan Sindangheula,” terangnya.

Bendungan Sindangheula telah beroperasi dengan aliran air mencapai Kabupaten Serang, sementara sistem pengolahan air (WTP) telah tersedia. Tantangan utama saat ini adalah mendistribusikan air ke Kota Cilegon.

“Yang Sindangheula sudah jalan, yang sudah berkontrak itu cuma sampai di Kabupaten Serang, tapi pembangunan WTP-nya sudah. Yang masalah itu bagaimana cara mengantarkan airnya,” ungkapnya.

Dari segi kapasitas, Sindangheula dinilai mampu memenuhi kebutuhan air bersih Cilegon. Namun, biaya distribusi masih menjadi kendala utama.

KPU Kab. Serang PSU

“Yang potensial itu cuma mahal biayanya, itu cuma Sindangheula. Kalau Sindangheula itu sudah ready operate, bendungan sudah jadi, air sudah tertampung di situ. Itu bisa 400 liter/detik, untuk digelontorkan ke wilayah Cilegon itu kita dapat 200 liter/detik,” jelasnya.

Pembangunan jaringan pipa utama menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah. Belum ada kepastian apakah proyek ini akan menjadi prioritas nasional.

“Pipa jaringan utamanya itu butuh dana yang besar. Sekarang kan zaman pemangkasan anggaran, apakah itu berpengaruh kepada program penyediaan air bersih, saya nggak tahu apakah air bersih ini jadi prioritas nasional atau tidak,” terangnya.

Saat ini, diskusi masih berlangsung untuk menentukan skema pendanaan guna menyalurkan air dari WTP ke Cilegon. Salah satu titik yang disiapkan sebagai lokasi penampungan adalah Ciberung, yang sebelumnya dikelola oleh PDAM Kabupaten Serang.

“Yang saya dengar terakhir itu masih diskusi bagaimana menyediakan dana untuk mengantarkan air dari WTP ke penampungan di Kota Cilegon. Titik yang kita akan persiapkan itu di Ciberung, sebelahnya itu kita ada lahan yang dulu dikelola oleh PDAM Kabupaten Serang. Titik serap yang kedua itu di Pulomerak, tapi belum ada tampungannya,” imbuhnya.

Keunggulan Sindangheula adalah air yang dihasilkan sudah berupa air bersih, sehingga proses distribusi lebih efisien.

“Karena konsepnya Sindangheula ini air bersih, bukan air baku, jadi kita tinggal tampung dan distribusi,” jelasnya.

Rencana distribusi air dari Sindangheula mencakup 200 liter/detik untuk Kota Cilegon dan 150 liter/detik untuk Bojonegara, dengan total 350 liter/detik.

“Untuk saluran itu ke Cilegon 200 dan wilayah Bojonegara itu 150. Kalau 350 itu gede banget pipanya, dan kalau Karian itu beroperasi akan pasang pipa dua kali dan akan repot sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendungan Karian memiliki kapasitas jauh lebih besar, mencapai 5.500 liter/detik. Namun, tantangan utama tetap pada pembangunan jaringan distribusinya.

“Karena kalau dari Karian itu yang ke arah barat itu besar sekali, 5.500 liter/detik. Untungnya kalau Cilegon ini kan wilayah pantai, jadi elevasinya rendah, tidak terlalu banyak butuh pompa,” pungkasnya. (*/ARAS)

NasDem Idul Fitri
WhatsApp us
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien