
CILEGON — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna, memastikan banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kompleks Perumahan Pondok Golf Asri (PGA), Kubangkutu hingga Perumahan Metro Cilegon bukan disebabkan oleh robohnya pagar tembok di area The Royale Krakatau Golf.
Hal itu disampaikan untuk meluruskan isu yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan banjir akibat hujan deras pada Sabtu (7/3/2026) lalu dengan robohnya tembok milik PT Krakatau Sarana Property (KSP).
Menurut Dendi, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan kapasitas saluran air tidak mampu menampung debit air secara maksimal.
“Curah hujan yang cukup tinggi membuat kapasitas saluran sungai terlampaui. Sementara gorong-gorong di bawah jalan tol sebenarnya sudah memadai, hanya saja aliran air mengalami perlambatan saat debit air meningkat,” jelas Dendi, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, pagar tembok yang roboh di kawasan tersebut berfungsi hanya sebagai pembatas lahan dan pengamanan lingkungan, bukan sebagai tanggul atau penahan aliran air.
“Terkait pagar yang roboh, kami belum bisa memastikan penyebab pastinya. Namun yang jelas, tembok tersebut dibangun sebagai pembatas lahan dan keamanan lingkungan, bukan berfungsi sebagai tanggul,” terangnya.
Diketahui, banjir sempat melanda Kota Cilegon pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga Minggu (8/3/2026) yang mengakibatkan ribuan rumah di sejumlah kecamatan terdampak.
Genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter di beberapa kawasan permukiman warga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, terdapat tiga kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Cibeber, Kecamatan Purwakarta, dan Kecamatan Grogol.
Bukan hanya warga, sejumlah tempat usaha juga menjadi korban dan terdampak dari anomali cuaca tersebut.
Termasuk dialami oleh PT Krakatau Sarana Properti (KSP) yang sejumlah fasilitasnya terdampak banjir secara langsung.

Basement Hotel Tower Hotel The Royale Krakatau terendam, bahkan tembok pagar area lapangan Golf milik PT KSP juga ambruk akibat derasnya terjangan air.
Meski menjadi korban, PT Krakatau Sarana Properti (KSP) tetap menunjukkan empatinya untuk warga sekitar yang juga menjadi korban banjir cukup parah kali ini.
PT KSP saat itu langsung menyalurkan sebanyak 300 paket bantuan untuk korban di tiga kelurahan, yakni Kotabumi, Kebondalem, dan Rawaarum, masing-masing sebanyak 100 paket.
PT KSP juga telah menganggarkan program jangka menengah berupa normalisasi aliran air untuk mencegah banjir di masa mendatang.
Normalisasi tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026 di wilayah-wilayah terdampak.
Corporate Secretary PT KSP, Nur Damayanti, menjelaskan bahwa anomali cuaca yang menyebabkan curah hujan ekstrem ternyata berdampak juga pada area lapangan golf, yang selama ini telah berfungsi sebagai salah satu kawasan terbuka hijau, sekaligus area resapan air alami.
Menurutnya, setidaknya area lapangan golf telah menahan derasnya aliran air pada momen cuaca ekstrem tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberadaan lapangan golf justru membantu menahan dan menyerap sebagian besar aliran air hujan sehingga memperlambat limpasan air menuju kawasan permukiman di sekitarnya.
Namun, dengan kondisi curah hujan yang ekstrem pada malam kejadian, kapasitas resapan dan penahan air di kawasan tersebut mengalami tekanan yang sangat besar, hingga sebagian tembok pembatas di area lapangan golf akhirnya jebol.
“Akibatnya, sebagian struktur pembatas tidak mampu menahan debit air yang terus meningkat,” ujar Nur Damayanti dalam keterangan tertulisnya.
Selain PT KSP, bantuan juga diberikan oleh sejumlah perusahaan yang tergabung di Krakatau Steel Group kepada korban banjir di sejumlah wilayah.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan di lapangan, berharap trauma warga dapat segera pulih, dan tidak terulang lagi musibah seperti yang sebelumnya terjadi,” harap Nur. (*/Nandi)


