CILEGON – Sejumlah pengusaha rekanan PT Bungasari Flour Mills Indonesia di Ciwandan mengaku mengalami kerugian akibat aksi unjuk rasa buruh soal mogok kerja yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.
Aksi tersebut disertai dengan pemblokiran akses utama ke gerbang pabrik PT Bungasari.
Haji Muhlis, salah satu pengusaha asal Ciwandan menyampaikan keresahannya tersebut.
Hal ini disampaikan Haji Muhlis merespon insiden yang terjadi antara Haji Hikmatullah, anggota DPRD Kota Cilegon dengan massa aksi buruh di depan pabrik Bungasari, Selasa pagi (10/6/2025).
“Ini sudah menjadi isu yang viral. Maka dari itu, saya bersama rekan-rekan ingin mengklarifikasi bahwa kami sebagai mitra kerja yang memiliki kontrak dengan PT Bungasari sangat dirugikan akibat aksi demo yang berlangsung selama delapan hari ini,” ujar Haji Muhlis, Selasa.
Haji Muhlis menjelaskan bahwa akibat aksi tersebut, akses masuk ke area pabrik menjadi terbatas, sehingga para mitra kerja terpaksa harus melalui pintu belakang.
“Biasanya kami masuk dari pintu depan, tapi karena diblokade, kami terpaksa lewat pintu belakang. Tentu ini menimbulkan biaya tambahan,” ungkapnya yang juga didampingi oleh sejumlah pengusaha lainnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa proyek yang tengah dikerjakannya bahkan harus dihentikan.
“Padahal kontrak kerja sudah disepakati jauh hari sebelum demo berlangsung,” jelasnya.
Selama seminggu aksi demo buruh berlangsung, sejumlah pengusaha merasakan kesulitan mengakses area kerja di PT Bungasari.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mencoba meminta akses secara persuasif kepada massa aksi di lapangan.
Situasi di kawasan industri Ciwandan saat ini masih berlangsung dinamis. Pihak terkait diharapkan segera melakukan mediasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan memastikan aktivitas ekonomi maupun penyampaian aspirasi publik tetap berjalan secara kondusif
Pengusaha tersebut berharap agar aksi unjuk rasa dapat dilakukan secara damai tanpa mengganggu pihak lain yang juga memiliki tanggung jawab pekerjaan di perusahaan tersebut.

“Kan kita punya target kerjaan, harus sama-sama lah, kalau mau demo silakan saja, kita tidak melarang, tapi kalau seperti ini kan seakan-akan kita saling mengganggu. Kita semua sedang dikejar waktu,” tegasnya.
Haji Muhlis juga menyikapi insiden yang terjadi antara Anggota DPRD dan massa buruh, yang disebutnya sebagai langkah memfasilitasi agar pengusaha bisa masuk dengan mudah ke area pabrik.
“Kami harap ada langkah dari pihak-pihak terkait agar situasi ini bisa ditangani dengan tertib. Tidak hanya saya, tetapi banyak rekan pengusaha lain yang juga dirugikan dan belum bisa menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Kota Cilegon dari Partai Gelora, Hikmatullah, menjadi sorotan setelah videonya tersebar di media sosial dan memicu tudingan bahwa ia bertindak arogan terhadap buruh yang berunjuk rasa di depan pabrik Bungasari di Cigading, Selasa pagi (10/6/2025).
Namun, tudingan tersebut dibantah oleh kuasa hukum Hikmatullah, yakni Muhibudin.
Pria yang akrab disapa Haji Muhib itu menegaskan bahwa insiden yang terjadi merupakan bentuk kesalahpahaman antara pihak pendemo dan kliennya.
“Ada kesalahpahaman tadi pagi itu, Pak Haji (Hikmatullah) tadi pagi jam setengah delapan itu mau lihat pekerjaannya, karena libur panjang kemarin dia mau cek pekerjaan perusahaannya di Bungasari,” ujar Muhibudin, Selasa (10/6/2025).
Ia menambahkan bahwa tidak ada video lengkap yang menggambarkan keseluruhan kronologi kejadian.
Bahkan menurutnya, mobil yang ditumpangi Hikmatullah sempat dihadang dan mendapat perlakuan intimidatif sebelum akhirnya ia turun dari kendaraan.
Muhibudin berharap agar polemik ini tidak melebar dan semua pihak bisa menempuh langkah klarifikasi secara bijak, dari pihak pendemo maupun dari Dewan Hikmatullah sendiri.
Haji Muhib juga menekankan bahwa kedatangan Hikmatullah ke lokasi tersebut murni untuk keperluan bisnis pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai anggota dewan.
“Ia datang ke sana jam 08.30 pagi sebelum berangkat ke kantor dewan, bisa dicek ia ada kegiatan usaha di dalam,” tambahnya.
Diketahui, buruh pabrik PT Bungasari Flour Mills Indonesia di Ciwandan telah melakukan aksi mogok kerja selama sepekan sejak Selasa 3 Juni 2025 lalu hingga 10 Juni 2025 kemarin. (*/Nandi)


