Perantara Suap Direktur Krakatau Steel Ini Dikenal Sebagai Pendukung Jokowi

Gerindra Nizar

CILEGON – Alexander K. Muskitta (AMU), yang menjadi perantara kasus suap Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Steel Wisnu Kuncoro (WKU), diketahui merupakan salah satu loyalis pendukung Paslon Capres-Cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf.

Melalui kronologi postingan media sosial Facebooknya, Alexander K. Muskitta selama ini sering kali membuat postingan untuk mendukung Presiden Jokowi.

Screenshot status media sosial Facebook dari akun Alexander K. Muskitta, salah satu tersangka kasus suap Direktur Krakatau Steel / Dok
Fraksi serang

Dalam OTT KPK pada Jumat (24/3/2019) malam, Alexander K. Muskitta (AMU) diketahui sedang berada di kedai kopi bersama Wisnu Kuncoro di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

KPK sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa akan ada penyerahan uang suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa Krakatau Steel. Setelah mendapatkan bukti adanya dugaan penyerahan uang, tim KPK lalu mengamankan Alexander Muskitta dan Wisnu Kuncoro (WKU).

Fraksi

Dari Wisnu, KPK mengamankan uang Rp 20 juta dalam sebuah kantung kertas berwarna cokelat. Dari AMU, tim KPK mengamankan sebuah buku tabungan atas nama AMU.

Secara paralel, tim KPK mengamankan General Manager Blast Furnice PT Krakatau Steel (Persero) Hernanto dan sopirnya di Wisma Baja, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Setelah itu, tim pergi ke daerah Kelapa Gading untuk mengamankan pihak swasta Keneth Sutardji (KSU) di rumah pribadinya. KSU diamankan sekitar pukul 23.53 WIB.

Sementara, tim KPK lainnya pergi ke Kota Cilegon dan mengamankan General Manager Central Maintenance dan Facilities PT Krakatau Steel (Persero) Heri Susanto di rumah pribadinya pada pukul 22.30 WIB.

Setelah itu, semua pihak dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk proses pemeriksaan dan klarifikasi lebih lanjut.

Usai pemeriksaan hingga Sabtu (23/3/2019), AMU, WKU, dan KSU ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dan resmi ditahan. Sementara ada satu lagi pihak swasta yang menjadi tersangka, namun hingga kini masih belum menyerahkan diri. (*/Red)

Gerindra kuswandi