Politisi Cilegon Disebut Asyik Mengejar Uang, Lupa Amanah Rakyat
CILEGON – Dunia politik di Banten semakin jauh dari nilai-nilai perjuangan rakyat.
Dalam diskusi bedah buku No LC No Party karya Mang Pram, KH. Hafidin salah satu tokoh ulama di Banten yang juga adalah seorang penulis menyoroti bagaimana para politisi lebih sibuk mengamankan anggaran dan mencari pemodal pemilu daripada mengurus kepentingan masyarakat.
“Politisi kita sekarang bukan lagi pejuang rakyat, tapi pejuang anggaran. Mereka mencari bohir pemilu dan lupa dengan komitmen untuk membela rakyat,” kata Hafidin yang juga merupakan pembina dari Mang Pram dalam menulis buku No LC No Party, pada Rabu (26/2/2025) malam.
Menurut Hafidin, politisi di Banten telah kehilangan arah. Bukannya menguatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing, mereka justru membiarkan kebijakan yang merugikan rakyat terus berjalan.
“Lupa Komitmennya untuk menguatkan masyarakat agar tidak resisten terhadap gerakan pemikiran dan politik yang menjauhkan Masyarakat Loyal terhadap ideologi sejatinya dan komitmen pada kedaulatan bangsanya,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan bagaimana kebijakan perizinan tempat hiburan malam yang begitu longgar, seolah-olah tidak ada niat dari para pemimpin daerah untuk membatasi dampak buruknya.
“Kalau memang peduli dengan masyarakat, kenapa tempat-tempat maksiat ini terus tumbuh subur? Ini jelas ada pembiaran, bahkan ada keuntungan politik di baliknya, dan saya ada buktinya,” ucap dia.
Lebih lanjut, KH. Hafidin menyebut bahwa dalam setiap pemilu, janji-janji politik hanya menjadi alat untuk menarik suara, tanpa ada realisasi nyata setelah mereka berkuasa.
“Rakyat hanya dijadikan tangga menuju kekuasaan. Begitu menang, yang dipikirkan bagaimana balik modal,” tandasnya. (*/Hery)
