PT PCM Siapkan Dua Skema Pembelian Kapal Tugboat

CILEGON — PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat armada operasionalnya melalui rencana penambahan kapal tugboat.
Upaya ini dilakukan seiring kebutuhan peningkatan layanan serta kondisi armada eksisting yang mulai menua.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PCM, Muhammad Willy, Kamis (30/4/2026), menurutnya bahwa perusahaan telah merencanakan penambahan kapal milik sendiri sebagai bagian dari penguatan aset operasional.
“Sudah ada rencana bahwa kita harus memiliki kapal milik sendiri itu ditambah,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, selain penambahan unit baru, opsi penggantian kapal lama juga turut dipertimbangkan. Namun demikian, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi kapal yang ada saat ini.
“Ada kemungkinan juga menggantikan yang lama, tapi ada kemungkinan juga selama yang lama itu masih bisa digunakan dengan baik, masih bisa dirawat dengan baik,” katanya.
Saat ini, PCM memiliki tiga kapal tugboat, yakni Gunung Cipala, Gunung Batur, dan Gunung Santri.
Ketiganya merupakan aset milik perusahaan dengan usia yang telah mencapai sekitar 22 tahun sehingga membutuhkan perawatan intensif.
Selain armada milik sendiri, PCM juga mengoperasikan kapal dengan skema sewa sebanyak dua unit serta kerja sama operasi (KSO) untuk memenuhi kebutuhan layanan.
Muhammad Willy menegaskan bahwa penambahan kapal sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan.
Ia menyebutkan, arahan dari Wali Kota membuka opsi pengadaan satu hingga dua kapal baru.
“Yang disampaikan Pak Walikota adalah dua kapal, yaitu memang salah satu dalam opsi. Bisa satu kapal, bisa dua kapal,” jelasnya.

Menurutnya, skema pengadaan masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk kondisi biaya operasional seperti bahan bakar. Ia mengatakan bahwa terdapat beberapa opsi yang tengah dikaji.
Opsi pertama adalah pengadaan kapal baru melalui sistem pemesanan, di mana pembayaran dilakukan setelah kapal selesai dibangun, telah tiba, dan siap dioperasikan.
“Kapalnya dipesan, tentunya dengan dipesan ini kita akan membayar bila kapalnya sudah dapat beroperasi, sudah datang,” ujarnya.
Sementara itu, opsi kedua adalah skema sewa beli, yakni pembayaran dilakukan secara berkala setiap bulan hingga dalam jangka waktu tertentu kapal tersebut menjadi milik perusahaan. Skema ini dinilai lebih fleksibel dan tidak membebani keuangan di awal.
Muhammad Willy menyebutkan bahwa skema sewa beli memungkinkan perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal. Ia juga menilai skema tersebut sebagai salah satu opsi terbaik yang bisa dipertimbangkan.
Dari sisi harga, ia mengungkapkan bahwa kapal dengan spesifikasi serupa armada PCM saat ini berada pada kisaran Rp85 miliar hingga Rp90 miliar per unit di pasaran.
Harga tersebut dipengaruhi oleh spesifikasi kapal yang tergolong tinggi.
Ia menjelaskan, kapal yang dibutuhkan menggunakan sistem azimuth yang dinilai sangat penting untuk menghadapi kondisi perairan Banten yang memiliki karakter ombak cukup menantang.
“Memang kapalnya memang mahal karena spesifikasi kita itu yang agak bagus, istilahnya itu apa namanya, Azimuth ya, sangat diperlukan untuk perairan di Banten yang ombaknya memang kadang-kadang susah dikendalikan,” jelasnya.
Terkait proses pengadaan, PCM saat ini belum membuka tender. Perusahaan masih berkoordinasi dengan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk menentukan spesifikasi teknis kapal yang sesuai dengan kebutuhan operasional di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
Ia menerangkan, BKI berperan dalam memberikan masukan terkait standar kualifikasi dan spesifikasi kapal, sementara aspek hukum akan melibatkan pihak Kejaksaan sebagai pengawas.
Muhammad Willy juga memastikan bahwa PCM tidak akan melakukan pembayaran besar di awal tanpa kepastian kualitas kapal.
Ia menegaskan perusahaan menghindari risiko kapal tidak sesuai harapan.
Untuk skema sewa beli, ia menambahkan bahwa durasi pembayaran tidak akan berlangsung terlalu lama, melainkan hanya dalam beberapa tahun hingga kapal menjadi milik perusahaan.(*/ARAS)


