Wisata Anyer

PT PCM Tegaskan Rencana Investasi Terminal LNG di Lahan Warnasari Masih Tahap Diskusi Awal

 

​CILEGON – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) tengah menjajaki peluang strategis untuk mengoptimalkan aset lahan di kawasan Warnasari melalui rencana pembangunan terminal energi berskala besar.

Hal tersebut diungkap dalam pertemuan dengan Pemkot Cilegon dan calon Investor, Selasa (21/4/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan utilisasi lahan guna mendongkrak pendapatan daerah.

​Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah pemanfaatan lahan seluas 10 hektar yang akan disewakan kepada investor asal Cina.

Rencananya, di atas lahan tersebut akan dibangun fasilitas Receiving LNG Terminal yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur energi vital.

​Proyek ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi ketahanan energi regional. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diklaim akan menjadi terminal penerima LNG terbesar di Indonesia sekaligus yang pertama hadir di Pulau Jawa.

​Meski proyeksi masa depannya sangat menjanjikan, manajemen PT PCM menegaskan bahwa seluruh proses kerja sama ini masih berada pada tahapan yang sangat awal.

Belum ada kesepakatan final yang bersifat teknis terkait detail realisasi pembangunan tersebut.

​”Masih awal sekali yang diskusinya. Ini kan baru diskusi awal ya gitu, belum bisa memprediksi sekian persennya,” ujar Dirut PT PCM, Selasa (21/4/2026).

​Pihak manajemen menekankan bahwa langkah yang diambil saat ini merupakan kemajuan signifikan bagi korporasi dan Pemerintah Kota Cilegon.

Kehadiran calon investor ini membuktikan bahwa lahan Warnasari memiliki daya tarik investasi yang kompetitif di mata internasional.

​Secara geografis, lahan Warnasari memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak kawasan lain.

Lokasinya berada tepat di jantung lingkungan kawasan industri Krakatau Steel, yang dikelilingi oleh banyak pabrik besar sebagai konsumen potensial.

​Selain kedekatan dengan kawasan industri, faktor teknis perairan juga menjadi nilai jual utama. Warnasari terletak di pinggir laut dalam dengan kedalaman atau draft mencapai 20 meter, yang memungkinkan kapal-kapal pengangkut LNG berukuran besar untuk bersandar dengan aman.

​”Warnasari itu sangat strategis, di pinggir laut dalam, draftnya bisa sampai 20 meter. Itu sesuatu yang menarik,” jelasnya.

​Terkait skema kerja sama, PT PCM dipastikan tetap memegang kendali sebagai pemilik lahan. Perusahaan akan menyewakan aset tersebut kepada investor, namun juga akan terlibat aktif dalam berbagai unit bisnis pendukung pelabuhan lainnya di masa mendatang.

​Pendapatan perusahaan nantinya dipastikan tidak hanya bersumber dari sewa lahan semata. PCM menargetkan perolehan deviden dari jasa pemanduan dan penundaan kapal yang secara regulasi wajib melibatkan peran badan usaha pelabuhan milik daerah tersebut.

​”Kita harapkan dan kita targetkan pendapatan PCM itu tidak hanya dari sewa saja, tapi ada juga pendapatan-pendapatan dari instrumen yang lain,” tambahnya.

​Mengenai target pelaksanaan fisik di lapangan, pihak PCM berharap proses administrasi dan negosiasi dapat berjalan lancar.

Perusahaan mematok target ambisius agar peletakan batu pertama atau groundbreaking bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

​”Rencananya kalau kita melihat diskusi ini tadi, itu tahun ini harus sudah ada groundbreaking, target,” pungkasnya.(*/ARAS)

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien