Wisata Anyer

Puluhan Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, GMNI Desak Evaluasi Semua Dapur

 

CILEGON — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cilegon menyoroti dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa MTs Al Inayah, Kota Cilegon, yang diduga terjadi setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (16/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah siswa mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di beberapa puskesmas.

Ketua DPC GMNI Cilegon, Andriansyah, menyatakan bahwa pihaknya menyoroti insiden tersebut sekaligus mengkhawatirkan masih adanya dapur penyedia MBG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Padahal, sebelumnya pemerintah bersama aparat penegak hukum telah menyatakan komitmen dalam pengawasan terpadu program tersebut.

“Fakta adanya puluhan siswa yang diduga keracunan ini memperkuat kekhawatiran kami bahwa masih ada dapur yang belum memenuhi standar higienitas. Ini bukan sekadar insiden, tetapi indikasi adanya celah serius dalam tata kelola program,” ujar Andriansyah, Jum’at (17/4/2026).

Ia menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan program tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan standar keamanan pangan.

GMNI Cilegon mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cilegon, serta menuntut transparansi kepada publik terkait status sertifikasi dan hasil pengawasan.

“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap program MBG runtuh karena kelalaian dalam aspek mendasar seperti higienitas. Ini menyangkut kesehatan generasi muda dan harus dievaluasi secara total oleh pemangku kebijakan,” katanya.

Selain itu, GMNI juga meminta kepolisian untuk menyampaikan hasil penyelidikan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurutnya, transparansi diperlukan agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan di tengah masyarakat.

“Masyarakat berhak mengetahui secara spesifik apa penyebab keracunan tersebut. Kepolisian perlu mengumumkan hasil uji laboratorium dalam kasus ini,” ujar Andriansyah.

Sementara itu, hingga saat ini Polres Cilegon masih terus melakukan proses penyelidikan, termasuk menelusuri sumber makanan dari dapur SPPG di wilayah Cibeber serta memeriksa pihak-pihak terkait guna mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.***

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien