Ratusan Mahasiswa Baru Universitas Al-Khairiyah Ikuti Ta’aruf Kampus

CILEGON– Sebanyak 650 Mahasiswa baru Universitas Al-Khairiyah yang terbagi 32 kelompok mengikuti rangkaian kegiatan Ta’aruf atau pengenalan kampus Angkatan II tahun 2022 yang diselenggarakan selama 3 hari sejak 17-19 Agustus 2022.
Dalam Ta’aruf tersebut mahasiswa baru ini diperkenalkan kondisi lingkungan dan civitas akademika di Universitas Al-Khairiyah.
“Hari pertama Ta’aruf itu diisi dengan pawai supaya masyarakat tahu kalau Universitas Al-Khairiyah sedang mengadakan Ta’aruf juga masih pengenalan lingkungan saja seperti civitas akademika, rektorat sampai pengenalan staf di Universitas Al-Khairiyah,” ujar Didda Rahayu Yuliana Kepada Fakta Banten, Kamis, (18/8/2022).
Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Didda ini mengatakan pada hari kedua peserta Ta’aruf dari berbagai Fakultas tersebut lebih fokus di perkenalkan kepada Fakultas sesuai yang mereka (peserta) pilih dan diperkenalkan organisasi internal kampus guna memilih organisasi yang sesuai minat dan bakatnya.

“Di hari kedua ini lebih fokus pengenalan Fakultas, Prodi, BEM dan Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya di Universitas Al-Khairiyah,” paparnya.
Selain itu, Dia menjelaskan hari kedua ini juga menghadirkan Dede Rohana Putra seorang alumni Perguruan Tinggi Al-Khairiyah yang banyak prestasi di bidang akademik yang kini juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Al-Khairiyah.
“Kita tahu Pak Dede Rohana orang yang aktif di berbagai organisasi selain itu beliau juga banyak prestasi di akademik ini upaya untuk memotivasi peserta Ta’aruf tahun ini agar bisa mengikuti jejak beliau,” kata Didda.
“Beliau tadi menyampaikan bahwa keseimbangan akademik dengan organisasi internal harus seimbang karena itu akan mempengaruhi akreditasi kampus,” imbuhnya.
Didda berharap paska pengenalan kampus ini peserta dapat mengenal lebih jauh karakter mahasiswa Universitas Al-Khairiyah itu memiliki karakter santri.
“Setelah ini peserta dapat mengenal Al-khairiyah lebih jauh karena Al-Khairiyah itu dikenal dengan etika agama supaya mahasiswa itu meskipun tidak banyak dari pesantren akan tetapi mengenal apa itu etika adab tata Krama sopan santun supaya mahasiswa itu tidak hanya kecerdasan yang dimiliki melainkan etika yang paling di utamakan,” pungkasnya. (*/Nas)

