Sanuji Apresiasi Kontribusi Wartawan dan Ucapkan Selamat HUT ke-2 WILIP ONLINE

 

CILEGON – Aula DPRD Cilegon menjadi saksi kehangatan dalam acara Riungan Jum’at Wartawan Cilegon yang digelar pada Jumat (20/10/2023), yang sekaligus memperingati HUT ke-2 WILIP ONLINE.

Tema acara yang memikat, “Milenial dan Gen Z, Siapkah Menjadi Walikota Cilegon 2024?”, menjadi panggung bagi Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta, untuk menyampaikan sambutan dan apresiasinya.

Sanuji Pentamarta membuka sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon, khususnya Plt. Ketua PWI Cilegon, Ahmad Fauzi Chan, sebagai penyelenggara acara yang relevan ini.

“Saya ucapkan apresiasi kepada PWI Kota Cilegon yang menggelar acara ini terutama kepada Plt. Ketua PWI Kota Cilegon yang juga telah berhasil membangun media Fakta Banten, Kang Ichan, yang waktu itu mengiringi saya di tahun 2020,” ujar Sanuji.

Mengenai tema acara yang menyoroti kesiapan generasi milenial dan Gen Z menjadi Walikota Cilegon pada tahun 2024, Sanuji Pentamarta memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan energi yang dimiliki oleh dua generasi tersebut.

Kartini dprd serang

“Saya melihat potensi besar dalam kreativitas dan keberanian generasi milenial dan Gen Z. Keterlibatan mereka dalam kepemimpinan Kota Cilegon dapat membawa inovasi dan semangat baru,” tambahnya.

Tidak hanya merayakan keberhasilan PWI, acara ini juga menjadi kesempatan untuk merayakan HUT ke-2 WILIP ONLINE, platform berita daring.

Sanuji mengucapkan selamat kepada Hasidi, pemimpin WILIP ONLINE, yang telah memimpin selama dua tahun.

“Selamat ulang tahun yang ke-2 untuk WILIP ONLINE. Semoga terus berkontribusi dalam menyajikan informasi bermanfaat dan mendukung keberhasilan pembangunan di Kota Cilegon,” ucap Sanuji.

Hadir dalam acara tersebut, para Calon Legislatif (Caleg) anggota DPRD Kota Cilegon dari generasi milenial dan Gen Z.

Mengingat hal itu, Sanuji juga berpesan kepada para Caleg generasi muda untuk bisa merumuskan gagasan-gagasan yang bisa mendoron pembangunan yang ada di Kota Cilegon.

“Nanti apabila kalian memiliki sebuah gagasan harus bisa menjadi sebuah kebijakan dan bagaimana cara gagasan ini sampai kepada kebijakan, gimana caranya, itu kebijakan politik. Kadang-kadang gagasan-gagasan itu hilang di tengah jalan karena proses birokrasi. Nanti kalau jadi anggota DPRD akan menghadapi birokrasi yang rumit. Gagasan-gagasan baru itu bisa hilang di tengah jalan oleh proses apalagi kalau kemudian ada kelelahan di antara anak-anak muda dan sudah tidak mau membicarakan idealisme dan hanya mengurus kepentingan sendiri saja, itu bahaya apabila masuk ke kalangan anak-anak muda,” kata Sanuji. (*/Hery)

Polda