Soal Kegiatan Lurah Gerem Bareng Relawan Ratu Ati, Bawaslu Akan Lakukan Pemanggilan

CILEGON – Lurah Gerem, Kecamatan Grogol, Deni Yuliandi, menjadi sorotan usai kegiatannya bersama Relawan Ratu Ati Marliati yang diduga bermuatan politik tersebar di postingan media sosial, Rabu (1/7/2020) kemarin.

Lurah Gerem terlihat hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan yang diberikan oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) Relawan Ratu Ati Marliati (RAM) kepada seorang warga yang terkena penyakit Kanker Payudara.

Baca juga: Jalan Bersama Relawan Ratu Ati, Ini Klarifikasi Lurah Gerem Cilegon

Dalam postingan yang diunggah oleh akun facebook Korcam Grogol, nampak Lurah Gerem Deni Yuliandi (berbaju putih-Red) diapit oleh dua orang anggota tim Relawan RAM.

Namun belakangan ternyata postingan di akun Korcam Grogol tersebut sudah dihapus oleh sang pemilik akun.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon Siswandi, ketika dikonfirmasi terkait hal itu mengaku akan mempelajari dan akan menelusuri akun facebook Korcam Grogol terkait postingan kegiatan politik yang melibatkan Lurah.

“Kita akan menelusuri, dan mempelajari terlebih dahulu jika ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh lurah itu, kemungkinan besar orang yang ada di foto tersebut akan kita panggil untuk dimintai klarifikasi, termasuk lurah itu,” kata Siswandi, Rabu (1/7/2020) malam.

Sementara Lurah Gerem Deni Yuliandi yang dikonfirmasi wartawan, menyampaikan bantahan dan klarifikasi terkait postingan tersebut. Kendati dia membenarkan bahwa gambar dalam postingan facebook akun Korcam Grogol itu adalah dirinya, yang saat itu berada di Lingkungan Gerem Kulon, RT 02 RW 05, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol.

Deni Yuliandi menjelaskan hal tersebut salah presepsi, dan tidak semua hal harus dikaitkan dengan politik. Deni mengaku, tidak mengetahui postingan tersebut beredar di medsos. Panwascam pun telah menelepon dirinya terkait postingan tersebut.

“Ya saya tidak tahu postingannya apa, cuma rekan-rekan mengingatkan saya via WhatsApp,” ujar Deni, Rabu (1/7/2020) malam.

Lebih lanjut, Deni menerangkan aktivitas dirinya di foto tersebut berlangsung pada hari ini Rabu 1 Juli 2020, dimana saat itu ia sedang mengunjungi masyarakatnya yang sedang sakit kanker payudara stadium empat, dimana informasi tersebut ia dapat dari kadernya di lapangan. Saat Deni ingin mengunjungi masyarakatnya, ada unsur masyarakat serta tokoh masyarakat, yakni Haji Nikmatullah ikut serta.

“Karena dia tidak tahu alamat dan lokasi yang sakit dimana tahunya cuma di Gerem,” kata Deni, saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Kemudian ia menjelaskan, sepanjang aktivitas itu tidak ada kaitan dan unsur politik sama sekali, dan Haji Nikmatullah pun tidak menggunakan atribut politik.

Bagi Deni, ia hanya melihat ada keinginan dari yang bersangkutan untuk membantu masyarakat, dan siapapun yang ingin membantu dirinya sangat terbuka.

Deni juga mengaku tak menyadari, itu akan menjadi kepentingan politik, ia hanya memandang sosok tersebut sebagai tokoh masyarakat, karena tak menggunakan atribut politik. Namun Deni merasa tersudutkan, karena jika tahu bakal dijadikan alat politik, saat itu dia tidak akan mau berangkat bersama.

“Relawan manapun kita terbuka, dan saya wajib menunjukkan karena saya yang tahu lokasinya dimana. Adapun yang bersangkutan bagi-bagi uang, saya tak ikut serta di dalamnya. Kepentingan saya hanya mengunjungi Bu Eli yang akan dibawa ke RS di Jakarta besok,” jelas Deni.

Deni melanjutkan, terkait beredar foto dirinya yang menjadi polemik di masyarakat, ia mengaku meminta maaf.

“Kalau foto itu yang beredar luas di dunia maya saya meminta maaf,” imbuhnya.

Deni mengaku menyadari bahwa dirinya seorang ASN yang harus bersikap netral dan tidak boleh memihak kepentingan politik bakal calon walikota Cilegon manapun.

“Siapapun yang ingin membantu baik
para bakal calon walikota seperti Pak Haji atau calon yang lain saya siap antar, intinya kehadiran saya itu tidak ada unsur dukung mendukung. Saya ini seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara aturan kalau saya ini harus netral tidak condong kepada balon yang maju menjadi Kepala Daerah,” tandasnya.

Diketahui dalam postingan yang diunggah oleh akun facebook Korcam Grogol sebelum dihapus tertulis kalimat dan foto yang memuat Lurah Gerem. (*/Red)