Wisata Anyer

Stok Menipis, Harga Jangkrik dan Ulat Hongkong di Lebak Melonjak Tajam, Pedagang Mengeluh

LEBAK – Gejolak harga pakan hewan kembali dirasakan pelaku usaha kecil di Kabupaten Lebak. Kali ini, kelangkaan jangkrik dan naiknya harga ulat hongkong membuat sejumlah pedagang terpaksa menghentikan aktivitas jual beli karena kesulitan mendapatkan barang.

Kenaikan harga pakan alami seperti jangkrik dan ulat hongkong dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak nyata di tingkat pedagang. Tidak hanya harga yang melonjak, pasokan yang sulit didapat juga memperparah kondisi.

Tini, salah satu pedagang pakan hewan di Lebak, mengaku kebingungan menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut, harga jangkrik yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per karung, kini meroket hingga Rp65 ribu.

“Bukan cuma mahal, tapi barangnya juga susah dicari. Saya sudah coba hubungi banyak penjual jangkrik, jawabannya hampir sama, lagi kosong. Kalaupun ada, harganya sudah tinggi,” ujar Tini kepada Fakta Banten, Sabtu (25/4/2026).

Hal serupa juga terjadi pada ulat hongkong. Komoditas yang biasa dijual sekitar Rp50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp65 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup memberatkan, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Menurut Tini, kondisi tersebut membuat usahanya terganggu. Bahkan dalam satu pekan terakhir, ia mengaku tidak bisa berjualan karena tidak memiliki stok sama sekali.

“Biasanya tiap hari ada saja yang beli. Tapi sekarang sudah satu minggu saya tidak jualan karena barangnya tidak ada,” katanya.

Pedagang menduga kelangkaan ini berkaitan dengan menurunnya produksi di tingkat peternak atau distribusi yang tersendat. Namun hingga kini belum ada kepastian penyebab utama. (*/Sahrul).

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien