Tak Ada Pertentangan, Golok Day dan Banten Heritage Week 2026 Berjalan dalam Satu Semangat Pemajuan Kebudayaan
CILEGON — Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 merupakan satu kesatuan agenda kebudayaan yang saling mendukung dan menguatkan dalam upaya memajukan kebudayaan Kota Cilegon dan Provinsi Banten.
Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi yang dihadiri sejumlah tokoh kebudayaan, organisasi pencak silat, unsur pemerintah, kepolisian, serta elemen masyarakat, di Cafe Takuya, Bonakarta, Kota Cilegon, Sabtu (31/10/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meluruskan berbagai isu yang sebelumnya berkembang mengenai hubungan kedua agenda kebudayaan tersebut.
Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa tidak ada pertentangan, persaingan, ataupun perbedaan tujuan antara Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026.
Keduanya merupakan bagian dari satu gerakan besar pemajuan kebudayaan yang memiliki semangat dan tujuan yang sama, yakni menjaga, melestarikan, serta memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada masyarakat luas hingga tingkat internasional.
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menempatkan kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian penting dalam upaya pemajuan kebudayaan.
“Seluruh agenda kebudayaan diharapkan dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, dan memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Cilegon, Abdul Rojak, menyambut positif dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026.
Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi antara organisasi pencak silat dan gerakan kebudayaan dalam memperkuat eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Pesan mendalam juga disampaikan Maestro Budaya Kota Cilegon, Abah Jamhari Sakti. Ia mengingatkan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan kebudayaan hendaknya memandang satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar.
“Semua sebagai anak,” demikian pesan Abah Jamhari Sakti. Pesan tersebut mengandung makna bahwa setiap orang, organisasi, komunitas, maupun penyelenggara kegiatan merupakan bagian dari satu keluarga besar kebudayaan yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur.
Ketua Panitia Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026, Rizal Arif Baihaqi, menegaskan bahwa kedua agenda tersebut harus ditempatkan dalam satu semangat dan tujuan bersama.
“Perlu kami tegaskan bahwa Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 merupakan satu kesatuan agenda pemajuan kebudayaan. Tidak ada pertentangan, tidak ada persaingan, dan tidak ada perbedaan tujuan. Keduanya saling mendukung dan saling menguatkan. Isu-isu yang sebelumnya beredar hendaknya tidak menjadi sekat atau menimbulkan kesalahpahaman di antara kita,” ungkap Rizal.
Menurutnya, perbedaan nama kegiatan, penyelenggara, maupun bentuk pelaksanaan bukan berarti terdapat perbedaan arah perjuangan. Justru beragam inisiatif kebudayaan harus menjadi kekuatan untuk membangun ekosistem budaya yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kita tidak sedang membangun persaingan antarkegiatan, tetapi membangun persatuan. Kepentingan kita jauh lebih besar daripada sekadar penyelenggaraan sebuah acara, yaitu bagaimana kebudayaan Cilegon dan Banten tetap hidup, berkembang, serta dikenal oleh generasi mendatang dan masyarakat dunia,” tambahnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasat Intel Polres Kota Cilegon, AKP Riswan Wijaya, Ketua FPSTI Banten Bambang Andrianto, Sekretaris Jenderal IPSI Kota Cilegon Fatur R. Sadely, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Tengku Herrysyah Putra, Kabid Kebudayaan Dindikbud Kota Cilegon Eva Warni, Ketua Yayasan Mengetuk Pintu Langit Deden Sunandar, serta Ustadz Arifin Al-Bantani Anggota Dewan Kehormatan Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD).
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi, silaturahmi, dan kebersamaan dalam mendukung agenda kebudayaan di Kota Cilegon.
Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026 menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Pencak Silat Maestro dan Golok Pusaka, Sultan Hasanuddin Journey, Banten Heritage Walk, serta Parade Budaya. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi peserta internasional dari Malaysia, Singapura, Italia, Belanda, dan Prancis.
Sementara itu, Golok Day menjadi ruang apresiasi terhadap golok sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Banten yang memiliki nilai historis, filosofis, keterampilan, dan identitas budaya.
Kedua agenda tersebut memiliki keterkaitan erat dalam mengangkat kekayaan tradisi Banten. Pencak silat dan golok merupakan bagian dari perjalanan sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain pelestarian budaya, rangkaian kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak terhadap pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM lokal melalui keterlibatan masyarakat serta komunitas budaya.
Sebagai bentuk ikhtiar bersama, pertemuan tersebut juga diisi dengan doa bersama untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan penyelenggaraan Golok Day dan Banten International Pencak Silat Heritage Week 2026.
Doa bersama ini menjadi simbol bahwa seluruh pihak memiliki harapan yang sama agar agenda kebudayaan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.***

