Terapkan Sekolah Adiwiyata, SDN Ciwandan Rasakan Pengurangan Sampah Secara Signifikan
CILEGON – PT Krakatau Bandar Samudera (Krakatau International Port) menggelar Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2023.
Acara tersebut dilaksanakan di sekolah mitra binaan KIP yaitu SDN Ciwandan, SDN Temugiring dan SDN Jangkar dengan menggelar lomba kebersihan kelas dan menggambar dengan tema lingkungan, Kamis (16/2/2023).
Hari peduli sampah nasional berlangsung pada bulan februari ini, pada tahun 2023 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengambil tema ‘Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat’.
HPSN yang dilakukan pada bulan februari ini merupakan rangkaian kegiatan dari pembinaan program sekolah diwiyata yang dibina oleh KIP dengan menggandeng Eswka Foundation.
Beragam kegiatan dilakukan dalam pembinaan tersebut diantaranya ialah pendirian Bank Sampah melalui sedekah sampah. Sedekah sampah merupakan sebuah konsep donasi sampah-sampah dari murid yang didonasikan melalui Bank Sampah sekolah.
Diketahui, hasil dari sedekah tersebut digunakan untuk pengelolaan program Sekolah adiwiyata seperti perawatan tanaman maupun edukasi melalui kampanye lingkungan.
Tati Fatayati, Kepala SDN Ciwandan mengatakan, prgoram sekolah adiwiyata di sekolahnya merupakan program unggulan. Di tahun ini, Tati bersama pihaknya banyak melakukan persiapan, diantaranya memasukkan pendidikan lingkungan ke bahan ajar dan membentuk kelompok kerja sekolah adiwiyata.
Dijelaskan olehnya, salah satu yang terasa adalah kebijakan sekolah melalui pengurangan sampah dengan membuat kebijakan untuk warga sekolah agar membawa tempat makanan dan minuman dari rumah.
“Sampah di sekolah kami berkurang drastis sejak ada program ini. Anak-anak membawa tempat makanan dan minuman sehingga tidak menggunakan plastik sekali pakai. Selanjutnya, kami akan berusaha tidak ada tempat sampah agar sekolah kami bisa zero waste. Karena dengan adanya tempat sampah, selalu ada sampah,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (21/2/2023).
Kata Tati, untuk menjalankan program ini memang tidak mudah, perlu adanya dukungan dari berbagai macam stakeholder seperti komite sekolah dan industri.
“Alhamdulillah, ada Krakatau International Port dan Eswka Foundation yang mendampingi kami. Kami juga didukung oleh komite sekolah setelah mengadakan pertemuan dengan menyampaikan maksud dan tujuannya,” imbuhnya. (*/Hery)


