Terkait Praktik Tahan Ijazah, Pemuda Muhammadiyah Cilegon Dorong Pemerintah Bersikap Tegas 

 

CILEGON – Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Cilegon, Muhamad Jidan Arroji, menanggapi masih maraknya praktik penahanan ijazah oleh sejumlah sekolah di wilayah Kota Cilegon.

Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya keluhan seorang warga Cilegon yang bekerja sebagai pedagang peralatan dapur di Pasar Kranggot.

Ia mengaku dua anaknya yang telah lulus sekolah belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki tunggakan biaya yang belum dilunasi.

Kasus tersebut mendapat perhatian publik hingga akhirnya pihak sekolah menyerahkan ijazah tanpa syarat tambahan serta menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi praktik serupa.

Namun, insiden tersebut membuka tabir bahwa banyak orang tua yang miliki siswa lulusan lainnya mengalami nasib serupa.

Sejumlah orang tua pun mulai berani angkat suara melalui media massa terkait penahanan ijazah oleh pihak sekolah.

Bahkan, Wakil Walikota Cilegon menyebut bahwa praktik tersebut bukan terjadi pada satu atau dua sekolah saja, melainkan telah menjadi persoalan yang sistemik di beberapa satuan pendidikan.

“Pemerintah harus mendata sekolah yang masih menahan ijazah, memfasilitasi bantuan bagi siswa tidak mampu, serta menyusun aturan tegas yang adil agar semua pihak mendapatkan solusi,” ujar Jidan kepada Fakta Banten, Kamis (1/5/2025).

Jidan yang juga pemerhati pendidikan, menegaskan bahwa ijazah merupakan hak dasar siswa yang wajib diberikan setelah kelulusan, tanpa dikaitkan dengan beban biaya administrasi yang belum diselesaikan.

“Keluhan masyarakat itu wajar. Ijazah adalah dokumen penting untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan. Namun, kita juga harus memahami kondisi sekolah, khususnya yang masih kesulitan secara finansial,” lanjutnya.

Menurut Jidan, selama masih ada penahanan ijazah oleh sekolah, hal tersebut menjadi indikator adanya persoalan struktural dalam sistem pembiayaan pendidikan.

“Ini menunjukkan adanya persoalan sistemik. Pemerintah perlu memfasilitasi dialog terbuka antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait agar solusi jangka panjang dapat ditemukan,” pungkasnya.(*/Nandi)

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien