Tuntut Status Karyawan Tetap, Massa FSPMI Tutup Total Akses Jalan Cilegon-Anyer
CILEGON – Aksi demonstrasi yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di depan gerbang utama Krakatau International Port (KIP) atau Pelabuhan Cigading, Kamis (29/1/2026), meluas hingga menutup total jalur utama Cilegon–Anyer.
Penutupan jalan terjadi tepat di kawasan Tegal Ratu setelah massa aksi memblokade akses jalan raya yang menghubungkan Kota Cilegon dengan kawasan wisata Anyer.
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah lumpuh total. Penutupan mulai pukul 11.40 WIB.
Demonstrasi ini merupakan bentuk tuntutan FSPMI agar 20 anggotanya di PT Krakatau Jasa Logistik (KJL), anak perusahaan Krakatau Bandar Samudra (KBS), diangkat menjadi karyawan tetap.
Sejak siang hari, massa aksi memusatkan kegiatan di depan pintu masuk utama pelabuhan.
Namun seiring bertambahnya jumlah massa, aksi bergeser ke badan jalan hingga menyebabkan penutupan penuh jalur Cilegon–Anyer.
Akibat penutupan tersebut, antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular dari arah Anyer menuju Cilegon dan sebaliknya.
Sejumlah pengendara terpaksa berhenti dan menunggu tanpa kepastian waktu pembukaan jalan dan beberapa memilih putar balik.
Massa aksi menggunakan mobil komando serta partisi jalan untuk memblokade akses utama, termasuk jalur masuk menuju kawasan pelabuhan Cigading.
Untuk mengantisipasi aktivitas kepelabuhanan, akses kendaraan menuju Pelabuhan Cigading dialihkan melalui jalur Kawasan Krakatau Steel (KS).
Koordinator aksi, Ismail, dalam orasinya menegaskan bahwa penutupan jalan akan terus dilakukan hingga pihak manajemen perusahaan bersedia menemui perwakilan massa aksi.
Ia menyatakan, massa hanya ingin bertemu langsung dengan jajaran pimpinan tertinggi perusahaan guna membahas tuntutan yang disampaikan.
“Kami ingin yang menemui kami dari top manajemen kalau tidak kamu tutup sampai Maghrib,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT KJL maupun KBS terkait tuntutan tersebut, sementara massa aksi masih bertahan di lokasi dan situasi lalu lintas belum kembali normal.(*/ARAS)


