Viral Bocah Gizi Buruk dan Gangguan Mental di Cilegon, Ternyata Keluarga Imam Kategori Miskin

 

CILEGON – Fakta baru terungkap dari keluarga Imam, seorang anak usia 13 tahun yang viral di Kota Cilegon karena menderita gizi buruk dan sering menghisap bau bensin, ternyata berasal dari keluarga yang kurang mampu atau miskin.

Tadinya, Imam tinggal bersama keluarga sang Ibu, namun karena Ibunda Imam meninggal dunia pada tahun lalu, Imam tinggal bersama dengan Ayahnya di di RT 08 RW 04, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.

Ayahanda Imam diketahui ternyata hanya tukang parkir di salah satu pasar yang ada di Kota Cilegon.

Dengan kondisi perekonomian yang terbatas atau banyak kekurangan, Ayah Imam yang bernama Hamsari (40 tahun) itu hanya bisa membuat rumah yang masih bertembok batu bata untuk istri barunya, anak-anaknya, dan keluarganya yang lain.

Karena kondisi mental Imam, yang kerap mengamuk dan tak terkendali, Hamsari menjadikan kamar mandi sebagai tempat beristirahat atau tidur Imam.

“Dipisahkan, karena kalau dicampur di ruang utama, biasanya dia suka mengamuk dan ngacak ngacak barang-barang,” kata Hamsari pada Jumat (7/7/2023).

Dikarenakan Ayah Imam merupakan salah satu keluarga miskin yang ada di Kelurahan Pabean, Hamsari sang ayah hanya bisa menyediakan kamar mandi seadanya untuk tempat tinggal Imam.

Pantauan wartawan Fakta Banten di rumah Hamsari, keadaan kamar mandi yang menjadi tempat tinggal Imam itu memang tidak layak dihuni oleh Imam yang walaupun merupakan penderita gangguan mental.

Walaupun sering dibersihkan oleh Hamsari, tetap saja kamar mandi yang beralaskan semen itu kadang terlihat kumuh dan kotor, sehingga membuat tubuh Imam terancam diserang penyakit.

Apalagi atap kamar Imam yang bocor, sehingga banyak air masuk ke dalam ketika hujan, dan terlihat juga kondisi toilet untuk buang air besar yang kotor tertutupi lumut hijau.

Satu ember diletakkan di kamar tersebut untuk memandikan Imam, sehingga selain menjadi tempat tidur, ruangan itu juga menjadi tempat Imam dimandikan oleh sang Ayah.

Lurah Pabean Nurul Hadiyati juga sepakat mengatakan bahwa tempat istirahat untuk Imam sangat tidak layak.

Tap mengingat kondisi rumah Hamsari yang seadanya, dan kondisi ekonomi yang kurang mampu, Nurul memaklumi hal itu.

“Ya kemarin saya juga survei dan liat langsung, kalau memang tempat tinggal Imam itu sempit, apalagi kalau dimasuki orang dewasa, dan keliatan kotor serta gak layak lah,” kata Nurul.

Tak tinggal diam, Nurul rencananya akan memberikan bantuan dan dukungan kepada Hamsari untuk membuat tempat tinggal yang layak bagi Imam.

“Ya coba nanti kami bantu, tapi dari pihak keluarga atau Bapak Hamsari juga harus semangat membuat tempat tinggal yang layak untuk Imam, apalagi Imam kan anaknya,” pungkasnya.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dan Penanganan Warga Negara Korban Tindak Kekerasan Dinas Sosial Kota Cilegon, Tb. Khualizaman, atau yang kerap disapa Pak Waway menghimbau, kepada seluruh pihak, untuk bersama-sama membantu Imam agar kondisi tubuhnya tidak lagi menderita gizi buruk, tentunya dengan menyediakan tempat tinggal dan lingkungan yang layak untuk Imam.

“Kemarin kita sudah berikan bantuan, karena memang katanya Imam cuma tidur pake tikar, jadi kita berikan satu buah kasur seadanya untuk meringankan beban keluarga. Semoga dengan adanya kami memberikan bantuan, para donatur serta orang dermawan yang lain bisa turut membantu,” ucap Waway.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua RW 04 Kelurahan Pabean, Sarkanun (47 tahun). Ia mengatakan bahwa kondisi Ayah Imam memang mempunyai keterbatasan perekonomian, apalagi yang merawat Imam saat ini hanya sang Ayah.

“Kondisinya ya kayak gini, miskin, apalagi dari pihak Ibu Imam yang ada di Tegal Bunder sudah menyerahkan kesini,” kata Sarkanun, Ketua RW 04 yang juga merupakan saudara dari Hamsari. (*/Hery)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien