Walikota Cilegon Pastikan Proses Rotasi dan Mutasi Eselon ll Minggu Kedua September
CILEGON – Isu rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon belakangan ramai menjadi perbincangan, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Rumor yang berkembang bahkan menyebutkan adanya tarik-menarik kepentingan dalam penempatan pejabat baru.
Namun, Walikota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa proses rotasi-mutasi yang segera digelar akan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa ada praktik kotor yang merugikan ASN maupun masyarakat.
“Pesan saya, tidak ada jual beli jabatan. Jangan sampai ada yang tertipu dengan pihak-pihak yang mengatasnamakan saya, wakil, atau siapapun yang meminta uang untuk naik jabatan. Saya pastikan itu bohong,” tegas Robinsar saat diwawancarai, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, tahap awal rotasi akan difokuskan pada pejabat eselon II. Pekan depan, tim Panitia Seleksi (Pansel) akan mulai melaksanakan wawancara terhadap pejabat yang masuk dalam kategori tersebut.
“Yang pasti nanti eselon II, minggu depan sudah mulai wawancara dengan tim Pansel. Baru nanti bertahap untuk level yang lain,” jelasnya.
Robinsar menambahkan, setelah rotasi di eselon II selesai, proses akan dilanjutkan dengan open bidding untuk jabatan eselon II yang masih kosong.
“Setelah terposisikan di posisi yang baru, baru kekurangannya kita pastikan untuk open bidding dari eselon III. Kalau ada jabatan kosong, bisa diisi sementara dengan Plt, atau langsung kita open biddingkan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam proses rotasi ini tidak ada faktor “like and dislike”. Semua keputusan akan berdasarkan profesionalitas dan kebutuhan organisasi.
“Tidak ada like and dislike. Profesional,” tegasnya. (*/Ika)

