Anggaran Revitalisasi Sekolah Di Banten Capai Rp380 Miliar, Ini Rinciannya
TANGERANG-Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan data terkait program revitalisasi pendidikan yang mencapai Rp380 miliar di Provinsi Banten pada tahun 2025.
Adapun untuk rincian, dana tersebut digunakan secara total jumlah 323 sekolah. Di antaranya terdiri dari 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, serta 5 PKBM.
Sedangkan untuk tahun 2026, penerima bantuan mencapai 96 sekolah dengan total nilai bantuan sebesar Rp105 miliar untuk wilayah Tangerang Raya.
Rinciannya, jumlah sekolah meliputi; 3 PAUD, 23 SD, 13 SMP, 30 SMA, 21 SMK, 2 SLB, dan 4 PKBM untuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Masih di tahun 2026, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa DPR RI telah menyetujui revitalisasi lanjutan untuk sekitar 11.700 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp11 triliun.
Abdul Mu’ti menjelaskan, revitalisasi ini merupakan realisasi program hasil cepat (quick win) Presiden Prabowo Subianto. Secara nasional, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp16,9 triliun untuk 16.171 satuan pendidikan.
Presiden Prabowo, kata dia, menargetkan penambahan hingga total 71 ribu satuan pendidikan yang diharapkan rampung pada tahun 2029.
“Secara bertahap diharapkan selesai pada akhir Januari 2026. Dengan revitalisasi, kita dapat memiliki sarana dan prasarana yang bermutu untuk pembelajaran yang berkualitas,” paparnya, di SD Ruhama Labschool Uhamka, Cireundeu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur (Wagub) Banten A. Dimyati Natakusumah, menegaskan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang sukses di masa depan.
Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan.
Menurut Dimyati, program revitalisasi sekolah harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan karena berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Banten.
Melalui fasilitas yang memadai, guru diharapkan dapat mengajar dengan lebih profesional, bijaksana, dan penuh perhatian.
Di sisi lain, peserta didik dapat belajar dalam suasana yang kondusif, yang turut mendukung pembentukan karakter spiritual dan perilaku positif.
“Melalui revitalisasi ini, diharapkan anak-anak menjadi lebih cerdas dan gurunya semakin bermutu. Lingkungan sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan selamat. Intinya, upaya ini bertujuan menjadikan anak-anak sukses di masa depan,” tambahnya.***

