Angka Pengangguran Banten Turun, Kini Ada di Peringkat ke-3

 

SERANG – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Banten pada priode Agustus 2022 berada di peringkat ketiga se-Indonesia.

TPT Banten sebesar 8,09 persen, turun 0,89 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021.

Demikian terungkap dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten pada Senin, 7 November 2022.

TPT priode Agustus 2022 ini menempatkan Banten sebagai Provinsi tertinggi ketiga se-Indonesia, setelah Provinsi Jawa Barat dan Kepulauan Riau.

Kepala BPS Provinsi Banten, Dody Herlando dalam keterangan resminya menyebut, jumlah angkatan kerja di Banten pada Agustus 2022 sebanyak 6,46 juta orang, naik 202,98 ribu orang dibanding Agustus 2021.

“Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,93 persen poin,” sebutnya.

Sementara kata dia, penduduk yang bekerja sebanyak 5,94 juta orang, naik sebanyak 242,27 ribu orang dari Agustus 2021.

“Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Sektor Industri Pengolahan (183,27 ribu orang). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Perdagangan Besar dan Eceran (91,01 ribu orang),” ungkapnya.

Pihaknya merinci, ada sebanyak 3,09 juta orang (52,04 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 0,91 persen poin dibanding Agustus 2021.

“Persentase setengah penganggur dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,26 persen poin dan 1,40 persen poin dibandingkan Agustus 2021,” terangnya.

Selanjutnya terdapat 228,98 ribu orang atau 2,29 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Di antaranya terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 17,16 ribu orang, kemudian bukan
Angkatan kerja (BAK) karena Covid-19 sebanyak 14,38 ribu orang.

“Sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,84 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (195,59 ribu orang),” jelasnya. (*/Faqih)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien