Antisipasi Overload, IDI Banten Sarankan Rumah Sakit Lakukan Kolaborasi

SERANG – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten, Budi Suhendar menyarankan agar fasilitas kesehatan yang dimiliki setiap rumah sakit di Provinsi Banten jangan sampai melebihi kapasitas atau overload. Demikian kata dia, akan berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

Selain itu pemerintah daerah diminta perlu menyiapkan diri untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan pasien Covid-19. Hal itu bisa dilakukan dengan cara kolaborasi lintas rumah sakit yang ada di Provinsi Banten.

Diantaranya pemerintah daerah perlu meningkatkan kapasitas tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) maupun sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Bank Banten hut

“Yang kita harapkan memang jangan sampai terjadi peningkatan yang melampaui kapasistas dan kemampuan fasilitas kesehatan untuk melayani, karena itu akan terjadi keos tersendiri,” ujar Budi kepada Fakta Banten saat dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021).

IDI Banten mendorong agar semua pihak menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam sehari-hari. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Intinya dalam hal pencegahan tentunya pengetatan dari pada protokol kesehatan wajib dilakukan. Pada daerah-daerah yang tentunya meningkat secara drastis perlu pendekatan-pendekatan yang ketat,” kata Budi.

Untuk diketahui, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di Provinsi Banten sudah melebihi di atas 80%. Bahkan seperti yang dikatakan Gubernur Banten, Wahidin Halim sebelumnya, BOR di Kota Tangerang sudah hampir mendekati 90% (*/Faqih)

Royal Juli