Wisata Anyer

Banten Masuk 10 Besar Inflasi Tertinggi Nasional, Ini Penyebabnya

 

SERANG – Provinsi Banten masuk dalam 10 besar inflasi tertinggi nasional. Banten menempati urutan peringkat kesembilan dari sepuluh besar dengan angka 1,88 persen yoy per Desember 2024.

Hal itu diungkapkan Pj Gubernur Banten Ucok Abdulrauf Damenta usai mengadakan rakor pengendalian inflasi dipandu Kemendagri, Senin (6/1/2025).

Ia menduga penyebab inflasi tinggi disebabkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga imbas stok yang berkurang akhir-akhir ini.

“Ini tentu ada berkaitan dengan masalah komoditas yang ada di lapangan misalnya cabai, cabai keriting, kemudian ayam ras,” ujarnya usai rapat bersama stakeholder terkait.

Masih berdasarkan data BPS, inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 2,33 persen yoy.

Padahal, dirinya bersama Kemendagri beberapa waktu lalu telah mengecek persediaan beberapa komoditas penyebab tingginya inflasi di Kota Serang.

“Kalau kemarin itu saya ke lapangan mendampingi Pak Mendagri dengan Walikota Serang sebenarnya stok itu ada,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia mengaku bakal segera menindaklanjutinya dengan mengadakan rakorda.

“Nanti akan ada rakorda kabupaten kota se-Provinsi Banten, karena provinsi ini agregat ya dari kabupaten kota. Kita akan lihat dimana yang potensi inflasinya tinggi, kita akan cari tahu apakah permasalahannya itu hampir sama di setiap daerah itu,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Tim KPw Bank Indonesia Provinsi Banten M. Lukman Hakim bilang, walaupun Banten masuk dalam sepuluh terbesar, namun inflasi di Banten masih terkendali.

“Secara pencapaian itu masih di dalam target, targetnya kan 2,5 persen kan, kita 1,88 persen. Jadi secara pencapaian itu masih sesuai target. Sehingga itu relatif aman dan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang 3,06 persen,” tutupnya. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien