Capaian KB Pascapersalinan Diapresiasi Menteri Wihaji, Provinsi Banten Borong Penghargaan Nasional ASIK KBPP 2025
JAKARTA–Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa Pelayanan Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) merupakan intervensi kunci dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.
Ia juga menegaskan bahwa KBPP berperan penting dalam mencegah stunting di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wihaji memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan ajang Apresiasi Sinergi Inovasi dan Komitmen (ASIK KBPP) 2025.
Beliau menekankan bahwa KB bukan sekadar intervensi sesaat, melainkan kebutuhan berkelanjutan sepanjang siklus hidup reproduksi.
“KBPP telah ditetapkan sebagai salah satu dari 8 Rencana Aksi Prioritas BKKBN Tahun 2025 yang dipantau langsung oleh Bapak Presiden. Target nasional pelayanan KBPP kita adalah 75% pada tahun 2029,” ujarnya.
Raihan penghargaan di tingkat nasional dan regional ini menunjukkan keberhasilan Provinsi Banten dalam mengelola program KBPP, baik dari sisi administrasi pemerintahan maupun implementasi inovasi di layanan kesehatan.
Berikut adalah daftar lengkap capaian Provinsi Banten pada ajang ASIK KBPP 2025:
Terbaik I Nasional: Perwakilan BKKBN Provinsi Banten sebagai Terbaik I Tata Kelola dan Capaian KB Pasca Persalinan.
Terbaik I Nasional: Inovasi KB Pasca Persalinan Bagian Wilayah yang diraih oleh Kota Tangerang.
Terbaik II Regional: Kelompok KB Pria Terbaik yang diraih oleh Kabupaten Tangerang.
Terbaik III Nasional: Klinik KB Swasta Terbaik Pelayanan KB yang diraih oleh Klinik UMI Medika, Kabupaten Pandeglang.
Terbaik Prototype: Inovasi KBPP Prototype yang diraih oleh RS Permata Sarana Husada, Kota Tangerang Selatan.
Selain memberikan penghargaan, Kemendukbangga terus mendorong pengembangan Website SIAP KB sebagai media komunikasi untuk menjamin kualitas pelayanan bagi klien.
Menteri Wihaji juga memuji peran bidan dan klinik swasta sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan keluarga Indonesia.
“Inovasi-inovasi ini menunjukkan bahwa dengan komitmen dan kolaborasi, hasilnya nyata dan berdampak bagi masyarakat. Mari kita terus melangkah bersama demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berdaya saing,” tutup Menteri Wihaji.
Di tempat terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Ir. Rusman Efendi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini Banten mengukir prestasi dengan membawa pulang lima penghargaan sekaligus. Ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dengan Pemerintah Daerah, baik Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Pandeglang, hingga Tangerang Selatan, berjalan dengan sangat baik,” ujar Rusman Efendi.
Beliau menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh petugas lapangan dan mitra kerja di Banten.
“Penghargaan Terbaik I Tata Kelola dan berbagai juara inovasi ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tapi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan layanan KB Pasca Persalinan,” kata dia.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi demi mewujudkan keluarga Banten yang sehat, sejahtera, dan bebas stunting,” pungkasnya.***

