Dewan Ungkap Praktik Titip-menitip Siswa di Banten Sudah Terjadi Sejak Lama

SERANG – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa mengungkapkan, jika praktik titip menitip siswa saat PPDB untuk jenjang SMA/SMK Negeri di Banten sudah berlangsung sejak lama. Fenomena tersebut juga kerap dilakukan oleh sejumlah pihak.

Pernyataan ini disampaikan Yeremia usai mantan Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) turut menyentil oknum Anggota DPRD Provinsi Banten yang diduga terlibat dalam praktik titip-menitip saat masa PPDB tahun ajaran

“Beliau (WH) lupa juga menyebutkan bahwa praktik titip masuk SMA/SMK Negeri mulai dari masyarakat itu sendiri, oknum LSM, aparat, pejabat dari lingkungan sampai pejabat teras, keluarga pejabat, mantan pejabat, termasuk tim sukses pejabat dan mantan pejabat,” ungkap Yeremia kepada Fakta Banten, pada Minggu, (16/7/2023).

Menurutnya, fenomena titip-menitip siswa saat PPDB sudah berlangsung sejak lama. Setidaknya kata dia, sejak ada kebijakan pendidikan gratis di Provinsi Banten.

“Dan terjadi di perkotaan yang jumlah usia sekolah semakin meningkat yang tidak dibarengi dengan program pembangunan unit sekolah negeri baru di perkotaan,” katanya.

“Sayangnya pendidikan gratis yang mulai diterapkan beberapa tahun lalu dirasakan tidak berkeadilan oleh masyarakat kurang mampu apalagi kuota afirmasi hanya 15 persen, itupun di beberapa sekolah kuota tidak terpenuhi karena kurangnya advokasi dan sosialiasi kepada kelompok masyarakat kurang mampu tersebut yang syarat formalnya mereka tidak berdaya untuk melengkapinya,” bebernya menambahkan.

Kartini dprd serang

Justru lanjutnya, pendidikan gratis tersebut banyak dinikmati oleh masyarakat mampu yang berlomba-lomba masuk ke sekolah negeri dengan segala daya upaya yang ditelakukan.

Politisi PDIP ini menegaskan, Pemerintah sesungguhnya harus hadir untuk keluarga kurang mampu, agar bisa memperoleh pendidikan gratis, sehingga pada gilirannya derajat keluarga tersebut meningkat melalui anak-anak mereka yang mengenyam pendidikan.

“Inilah yg semestinya diadvokasi, ditolong, diperbanyak kesempatan, digratiskan untuk sekolah,” ujarnya.

Selain itu tambah dia, Pemerintah harus membenahi program pendidikan gratis agar menjunjung tinggi nilai-nilai berkeadilan.

“Di samping harus terus meningkatkan angka partisipasi sekolah dan rata-rata usia lama sekolah dalam rangka peningkatan daya saing sumber daya manusia di Provinsi Banten yang belum terbenahi dimasa kepala daerah sebelumnya,” terangnya.

Kendati begitu menurut Yeremia, untuk mengurai praktik titip-menitip siswa mesti membutuhkan komitmen semua elemen stakeholder dunia pendidikan di Provinsi Banten. (*/Faqih)

Polda