Diusung UMC, GYM-Devi Menang Pemira Untirta

SERANG – Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (Pemira) Untirta telah usai, Kamis, (28/12/2023) malam. Pemilihan yang dilaksanakan secara online ini memberikan kemenangan untuk Gymnastiar Hamdani-Devililis Safitri sebagai pasangan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Untirta periode 2023-2024.

GYM-Devi dengan nomor urut 1 memperoleh suara 6.297 suara. Mereka sukses mengungguli nomor urut 2, Nurhaedin-Mario yang hanya mendapatkan 4.336 suara.

Diketahui, Gym atau Gymnastiar merupakan kader Untirta Movement Community (UMC). Ia menyebut, terpilihnya sebagai Presma berkat proses demokrasi yang terselenggara di Untirta. Ia berharap dapat menjadi representasi mahasiswa.

“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung, terpilihnya saya merupakan bagian dari tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan mahasiswa, karenanya saya haruslah mewakili suara mahasiswa sebagai mana saya yakini harapan dari kawan-kawan mahasiswa, menghidupkan kembali simpul-simpul perjuangan, diskusi dan gerakan mahasiswa dalam menyapi isu dan berani menyuarakan kebenaran,” terangnya.

Gym juga turut menyoroti yang tengah ramai dibicarakan di lingkungan Untirta, yakni kaitan turunnya akreditasi.

“Terpilihnya saya juga akan menjadi rambu-rambu untuk birokrasi kampus agar segera membenahi permasalahan-permasalahan yang terjadi, selaku Presma terpilih saya akan menempatkan diri saya beserta pengurus bem periode ini sebagai mitra kritis dan objektif menyikapi kondisi kampus, termasuk dalam hal ini terkait turunnya akreditasi Untirta,” ujarnya.

Di lain tempat, mahasiswa baru Fisip Untirta yang enggan disebutkan nama menanggapi hasil Pemira tersebut.

“Harapannya semoga Presma dan Wapresma terpilih bisa mewakili suara mahasiswa, bicara kampus hari ini, kampus perlu kontrol apalagi terkait birokrasi, saya selaku mahasiswa baru bahkan merasa bahwa kampus belum optimal, contohnya kemarin saat pembagian almamater, informasi yang diberikan kampus gak jelas, sampai akhirnya banyak teman-teman saya yang sudah menunggu pembagian almamater sampai gak pulang eh ternyata ditunda, ini harus diperbaiki dan harapannya pimpinan kampus bisa mewakili permasalahan-permasalahan yang dianggap seperti dikecilkan oleh kampus, padahal ini jadi indikasi bahwa kampus kita tidak profesional dalam mengelola pelayanan,” bebernya. (*/Faqih)

Honda