DPRD Banten Fasilitasi KMSB Lewat Lokakarya

Dprd

SERANG – DPRD Provinsi Banten bersama Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) menggelar Lokakarya Kolaborasi di Gedung Serba Guna DPRD Provinsi Banten, Kota Serang, pada Selasa, (28/3/2023).

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Bantuan Keuangan Provinsi bagi Akselerasi Pembangunan Desa di Banten (Pencapaian SDGs dan Peningkatan Nilai IDM)” ini merupakan agenda perdana Lokakarya Kolaborasi antara DPRD Banten dan KMSB.

Ke depannya, masih banyak tema-tema yang akan dibahas DPRD Banten dan KMSB lewat agenda Lokakarya Kolaborasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengakomodir masukan-masukan dari masyarakat.

Presidium KMSB, Uday Suhada mengatakan, kegaitan Lokakarya Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi DPRD Banten. Dirinya mengapresiasi DPRD lantaran telah diberikan kesempatan untuk memberikan masukan maupun saran.

“Kebetulan Ketua DPRD-nya Andra Soni, sehingga kegelisahan kami diakomodir dan munculah gagasan untuk dilakukannya kerjasama, kolaborasi antara KMSB dan DPRD,” kata Uday dalam sambutannya.

Sankyu rsud mtq

Kaitan dengan Lokakarya kali ini Uday menyampaikan, jika persoalan desa di Banten dari waktu ke waktu tak akan pernah habis. Untuk itu bahasan tentang bantuan desa di Provinsi Banten lewat kegiatan ini kata dia, bisa lebih diperdalam.

“Kita tahu persoalan desa dari waktu ke waktu terus bertambah. Apakah kita sudah memberikan perhatian lebih kepada desa? Jika dibandingkan dengan provinsi lain jauh. Bahkan Banten baru Rp60 juta perdesa, padahal provinsi lain sudah ada yang di atas Rp200 juta perdesa,” ungkapnya.

Dede pcm hut

“Rp60 juta itu disebut besar juga tidak, disebut kecil juga tidak. Tetapi bagaimana itu tepat guna dan tepat sasaran,” harap Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) itu.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni menegaskan, lewat agenda Lokakarya Kolaborasi ini pihaknya ingin semakinmenujukkan bahwa DPRD Banten merupakan lembaga dalah representasi rakyat.

Untuk itu, berbagai masukan dan kersesahan kaitan desa bisa disampaikan lewat Lokakarya Kolaborasi tersebut. Andra menyebut, hasil dari Lokakarya, pihaknya bisa mendapatkan rekomendasi untuk dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD.

Dalam kesempatan itu, Politisi Gerindra ini juga menyinggung terkait besaran bantuan Pemprov Banten untuk desa di tahun 2023 ini. Menurutnya, bantuan Rp60 juta perdesa jangan lagi dijadikan perdebatan, padahal tahun 2023 ini mengalami penambahan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Gak ada lagi ukurannya hanya Rp60 juta. Seakan-akan kecil banget. Padahal, jalan dan rumah sakit yang dibangun Pemprov Banen untuk mendekatkan fasilitas kepada masyarakat,” kata Andra.

Kendati begitu, Andra berharap agar Lokakarya Kolaborasi ini dapat berjalan dengan maksimal, dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang membangun.

“Yang penting kita bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah. Terima kasi telah membantu pemerintah,” katanya.

Diketahui dalam Lokakarya Kolaborasi ini turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Banten, instansi vertikal, Universitas, Asosiasi, Ormas, OMS, OKP dan mitra pembangunan media. (*/Faqih)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien