Gubernur Banten Didatangi Puluhan Buruh di Rumahnya Malam-malam, Ada Apa?
TANGERANG – Ribuan buruh berencana akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor Gubernur Banten pada Rabu (5/1/2022).
Buruh yang masih marah akan kembali melayangkan tiga tuntutan dalam aksi besok, diantaranya revisi UMK 2022 dan juga meminta Gubernur Wahidin Halim mencabut laporan terkait kasus buruh yang masuk ke ruang kerjanya.
Namun sebelum aksi berlangsung, ternyata sejumlah perwakilan buruh pada Selasa (4/1/2022) malam, lebih dulu datang ke kediaman Gubernur WH di Pinang, Kota Tangerang.
Malam ini, puluhan buruh melakukan pertemuan dengan Gubernur WH, dan menyepakati untuk berdamai terkait perseteruan yang terjadi sebelumnya antara massa buruh dengan Gubernur Banten.
Dalam pertemuan itu diketahui, Gubernur WH akhirnya memaafkan terhadap 6 orang buruh yang sebelumnya dilaporkan ke Polda terkait tindakan menerobos ruang kerjanya dalam aksi beberapa waktu lalu.
Gubernur WH akhirnya mau mencabut pelaporan terkait tindakan tersebut.
“Saya ini muslim dan juga santri. Sebelum kalian lahir sudah saya maafkan. Dengan ini laporan saya cabut,” ungkap Gubernur WH saat menerima para buruh di kediamannya, Selasa (4/1/2022) malam.
“Berbeda berpendapat bukan masalah, asal disampaikan dengan baik,” tambahnya.
Dikatakan, silaturahmi menjadi salah satu nilai masyarakat Indonesia. Tidak ada pemimpin yang ingin menyakiti rakyatnya sendiri.
Masih menurut Gubernur WH, dirinya tidak mungkin menyakiti warga Banten.
“Saya tidak sakit hati. Sejak menjadi Kepala Desa, saya tidak ada masalah dengan warga masyarakat,” ungkapnya.
“Pembangunan yang saya lakukan juga bentuk kasih sayang saya kepada masyarakat Banten,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan buruh yakni Ketua KSPSI Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi mengungkapkan, bahwa apa yang terjadi sebagai sebuah perjalanan dan bagian dari perjuangan para buruh.

“Pada hari ini sudah tuntas dengan adanya kesepakatan berdamai,” ungkap Ahmad Supriyadi.
Buruh menyatakan meminta maaf.
“Atas nama anak-anak saya, minta maaf yang setinggi-tingginya. Bahwa itu tidak ada maksud untuk merusak, ataupun melecehkan, Bapak Gubernur Wahidin Halim sebagai pemimpin kami,” jelasnya.
Ditambahkan, KSPSI akan menjalin komunikasi dan menyampaikan yang terbaik untuk para buruh.
“Bapak Gubernur Wahidin menunjukkan diri sebagai bapak yang baik bagi rakyat Banten,” pungkas Ahmad Supriyadi.
Hal senada juga diungkap Sahuri (33 tahun), mewakili teman-temannya menyampaikan permintaan maaf atas apa yang terjadi.
“Saya minta maaf atas kejadian kemarin. Itu saya lakukan spontanitas saja. Tidak ada tujuan menghujat Bapak Gubernur Wahidin,” ungkapnya.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mencabut tuntutan ini,” tambah Sahuri.
Sementara itu Kuasa Hukum Gubernur Banten Asep Abdullah Busro mengungkapkan bahwa malam ini telah terjadi kesepakatan antara Gubernur Banten Wahidin Halim dengan para buruh.
“Kami sebagai kuasa hukum akan berkoordinasi dengan teman-teman Direktur Kriminal Umum Polda Banten dan mengurus secara administratif,” ungkap Asep Busro.
“Secara faktual ini sudah selesai, secara administratif besok selesai. Permasalahan ini sudah tuntas secara menyeluruh,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkap Kuasa Hukum Para Buruh, Akmani. Pihaknya yakin sejak awal bahwa Gubernur Banten akan menerapkan keadilan restoratif sesuai amanah Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Dirjen Peradilan Hukum Kementerian Hukum dan HAM.
“Alhamdulillah restoratif justice bisa kita laksanakan. Kita harapkan bisa terbangun komunikasi yang baik,” ungkapnya.
Kesepakatan damai ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gubernur WH untuk kebaikan bersama dan kemajuan Provinsi Banten. (*/Red)


