Guru Daerah Segera Jadi Pegawai Pusat Dengan Skema Bertahap, 10 Ribu Guru PPPK Di Banten Bakal Naik Status
SERANG–Status kepegawaian guru di daerah akan segera dialihkan menjadi pegawai pemerintah pusat di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kebijakan nasional ini menyasar lebih dari 1,3 juta guru di seluruh Indonesia.
Ketua Forum Guru Banten, Septian Hernawan, mengonfirmasi bahwa proses peralihan tersebut kini tengah berjalan.
Menurutnya, pengalihan status akan dimulai pada Januari 2027 dan dilakukan secara bertahap hingga 2029.
“Proses peralihan guru daerah ke kementerian sedang berproses. Tahap awal Januari nanti statusnya sudah menjadi Pegawai Kementerian. Mekanisme detailnya yang sedang kita tunggu,” ujar Septian, Minggu (25/10/2026).
Septian menjelaskan, kebijakan ini membawa dua keuntungan besar. Pertama, dari sisi kesejahteraan guru.
Dari total nasional, terdapat 1.177.798 Guru PPPK dan 172.323 Guru Non ASN yang akan dialihkan.
Di dalamnya termasuk 242.482 Guru PPPK Paruh Waktu yang akan ditingkatkan menjadi PPPK Penuh Waktu tanpa tes.
Untuk wilayah Banten sendiri, tercatat ada 10.304 Guru PPPK Paruh Waktu dari jenjang TK hingga SMA yang akan mendapat peningkatan status tersebut.
“Kesejahteraan guru akan lebih terjamin karena langsung di bawah kementerian,” katanya.
Kedua, kebijakan ini akan meringankan beban fiskal daerah. Dengan gaji guru ditanggung pusat, APBD daerah bisa lebih leluasa dialokasikan untuk pembangunan sektor lain.
Adapun skema peralihan yang disiapkan pemerintah adalah Guru PPPK Paruh Waktu otomatis menjadi Penuh Waktu pada Januari, Guru PPPK Penuh Waktu diberi kesempatan seleksi CPNS, dan jika tidak lolos tetap berstatus PPPK.
Sementara Guru Honorer Non ASN juga akan diarahkan mengikuti seleksi CPNS dan CPPPK.
Forum Guru Banten mengaku akan terus mengawal kebijakan ini agar berjalan adil dan tidak ada guru yang tertinggal. Pihaknya juga mendorong agar tenaga kependidikan turut dialihkan ke pusat.
“Guru dan tenaga kependidikan itu satu kesatuan di sekolah. Harapannya mereka juga bisa ikut dialihkan,” pungkas Septian.***


