Jelang Pemilu 2024, KAMMI Banten Launching Lembaga Pemantau Pemilu

SERANG – 71 Hari jelang Pemilu 2024, Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Provinsi Banten menggelar diskusi publik dan launching Lembaga Pemantau Pemilu (LPP) KAMMI, bertempat di Aula DPRD Provinsi Banten pada, Selasa (5/12/2023).

Dalam diskusi publik tersebut turut menghadirkan, Komisioner KPU Provinsi Banten Ahmad Subagja dan Anggota DPD RI Abdi Sumaithi.

Dalam orasinya, Ketua LPP KAMMI Banten Emar Muammar mengatakan peran generasi muda pada pemilu 2024 sangat sentral dengan mayoritas pemilih berasal dari generasi milenial dan generasi Z.

“Jangan sampai kita hanya dijadikan sebagai lumbung suara, jangan sampai kita dapat dibeli yang nilainya pasti tidak akan seberapa jika dibandingkan dengan nasib bangsa selama 5 Tahun ke depan yang menjadi pertaruhan,” ucapnya.

Menurutnya, pengawalan pemilu bukan sekadar tanggung jawab lembaga-lembaga resmi, tetapi juga tugas bersama dari element masyarakat.

Advertorial

Advertorial

“Keterlibatan aktif dari pemuda dan mahasiswa dalam memantau, melaporkan, dan memastikan keberlangsungan proses pemilihan umum adalah pilar utama keberhasilan demokrasi,” ujar Emar.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Kammi Banten Muhamad Fadli mengatakan, LPP KAMMI merupakan lembaga pemantau Pemilu yang diharapkan pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar.

“Harapannya LPP KAMMI adalah wadah belajar bagi kader KAMMI, dan menjadi lembaga independen di luar KPU dan Bawaslu, juga menjadi wadah keluh kesah masyarakat terkait kecurangan, dan pelanggaran di lapangan,” ucap Fadli.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU Provinsi Banten, Ahmad Subagja mengapresiasi dan meminta lembaga pemantau pemilu (LPP) KAMMI Banten untuk sama-sama mensukseskan Pemilu tahun 2024.

“Mahasiswa harus berperan aktif salah satunya misalnya lembaga pemantau pemilu, karena pemantau juga mempunyai tanggung jawab yang sama memastikan proses pemilu yang jujur, adil, transparan, akuntabel, harapan kita pemilu sekarang partisipasinya lebih tinggi, pemilunya baik tidak ada kerusuhan masyarakat tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya. (*/Fachrul)