Sekda Pandeglang Launching Wisata Bukit Sinyonya

 

PANDEGLANG – Wisata Bukit Sinyonya yang terletak di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, lahan tersebut kurang lebih seluas 2,7 hektar kini menjadi lokasi tempat berwisata yang nyaman dan indah untuk dikunjungi bersama keluarga. Launching wisata tersebut dilakukan langsung oleh Sekda Pandeglang.

“Kabupaten Pandeglang saat ini memiliki 17 desa wisata di antaranya Desa Bandung Kecamatan Banjar yang menjadi lokus garapan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Pandeglang,” kata Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, usai melakukan kegiatan launching Desa Wisata Bukit Sinyonya, Selasa (5/12/2023)

Lanjut Sekda Pandeglang menyampaikan, wisata Bukit Sinyonya dicanangkan menjadi Desa digital keuangan inklusif sehingga mampu mendorong ketersediaan akses keuangan di daerah.

“Dari mulai masuk lokasi wisata hingga pembayarannya sudah menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), ini menunjukan lebih mudah dan lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, beberapa kegiatan yang ada di mina agrowisata Bukit Sinyonya ada 12 kegiatan.

Advertorial

Advertorial

Kegiatan itu mulai dari camping ground, wisata khusus, wisata minat khusus, wisata edukasi, wisata budaya, dan wisata kuliner.

“Semuanya sudah terangkum dalam destinasi yang ada di bukit si nyonya, yang selanjutnya perlu kami sampaikan di Bukit Sinyonya ini untuk seluruh kegiatannya mulai dari reservasi sampai dengan pembayaran itu sudah digital menggunakan QRIS,” terangnya.

Wahyu menjelaskan, nama Bukit Sinyonya itu diambil dari nama sebuah ikan purba yang saat ini masih ada di Desa Bandung, Kecamatan Banjar.

“Nama sinyonya itu adalah ikan peninggalan purbakala yang hampir punah yang secara indikasi geografis hanya ada di wilayah Kabupaten Pandeglang tepatnya di Kecamatan Banjar,” ungkapnya.

Selain itu, sejauh ini ikan mas sinyonya memiliki daya tarik tersendiri dengan postur tubuh yang panjang, warna kuning, dengan matanya yang sipit.

“Nanti bapak dan ibu bisa melihat ada di kolam sebelah kiri kami untuk kegiatan di desa wisata ini sebagai pembudayaan ikan,” tandasnya. (*/Riel)