KORMI Banten Gelar Raker 2026: Targetkan Penguatan Ekonomi Daerah dan Kesiapan FORPROV
SERANG – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Indonesia Aktif, Gerakan Menuju Banten yang Maju, Sehat dan Bugar.” Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penyusunan program kerja sekaligus penguatan sinergi olahraga masyarakat di Provinsi Banten.
Ketua KORMI Provinsi Banten, Nuraeni mengatakan, raker kali ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Provinsi (FORPROV) dan agenda nasional lainnya.
“Melalui raker ini kami ingin melihat kesiapan induk organisasi olahraga (Inorga) yang akan berpartisipasi pada festival tingkat provinsi nanti di Tangerang. Harapan kami, olahraga masyarakat mendapat dukungan luas dari semua pihak,” ujar Nuraeni.
Menurutnya, dukungan terhadap olahraga masyarakat tidak hanya diharapkan dari Pemerintah Provinsi Banten, tetapi juga dari kalangan swasta, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Ia menjelaskan, olahraga masyarakat berbeda dengan olahraga prestasi.
Kegiatan ini tumbuh dari hobi, minat, komunitas, dan gaya hidup sehat masyarakat.
“KORMI hadir sebagai wadah bagi para penggiat, pemerhati, dan komunitas olahraga masyarakat agar bisa berkembang secara terarah,” katanya.
Dalam raker tersebut, KORMI Banten menyesuaikan program kerja dengan agenda nasional, seperti gerakan Indonesia Aktif, Bincang Bugar, hingga Sport Festival yang menjadi program pengembangan olahraga masyarakat di daerah.
Selain itu, KORMI Banten juga menyoroti potensi besar sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikolaborasikan dengan event olahraga masyarakat.
“Banten memiliki kekayaan wisata dan pertumbuhan UMKM yang sangat baik. Jika digerakkan bersama melalui event olahraga, dampaknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Nuraeni.
Ia menambahkan, kegiatan olahraga masyarakat berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, mendorong kunjungan wisatawan, serta memberi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Banten.
Nuraeni menyebut antusiasme masyarakat terhadap olahraga rekreasi terus meningkat. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah Inorga yang bergabung di KORMI Banten.
“Awalnya hanya sekitar 17 hingga 20 Inorga. Sekarang sudah mencapai 55 Inorga yang terdaftar. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat semakin tinggi,” ujarnya.
KORMI Banten juga membina tiga rumpun utama olahraga masyarakat, yakni olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga tradisional dan kreasi budaya, serta olahraga petualangan dan tantangan.
Berbagai kegiatan seperti senam jantung sehat, senam pernapasan, hingga olahraga tradisional seperti egrang dan gobak sodor terus didorong agar dikenal generasi muda.
“Kita ingin anak-anak muda yang selama ini cenderung pasif bisa lebih aktif bergerak sekaligus mengenal budaya daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Nuraeni menegaskan keberadaan KORMI memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Jika masyarakat sehat, maka kualitas sumber daya manusia ikut meningkat. Dampaknya juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan indeks partisipasi olahraga,” tandasnya.
Melalui Raker 2026 ini, KORMI Banten berharap gerakan olahraga masyarakat semakin masif, terorganisir, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Banten yang maju, sehat, dan bugar.***


