Wisata Anyer

Begini Prosedur Pelayanan Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah, 9 Dokter Spesialis Disiapkan Bantu Jemaah 

MCH – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Madinah menyiapkan sekitar 9 dokter spesialis yang siap membantu dan melayani para jemaah haji asal Indonesia.

Para dokter spesialis yang disiapkan berupa spesialis jantung, penyakit dalam, paru, jiwa, anestesi, dan syaraf. Mereka telah siap melakukan penanganan medis apabila ada jamaah yang mengalami sakit.

Berkaitan dengan ini, Kasi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah dr. Enny Nuryanti, memaparkan sejumlah prosedur pelayanan di klinik kesehatan.

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan juga ada ditempatkan di setiap kloter, di sektor dan di KKHI.

Apabila terdapat jamaah yang sakit dan memerlukan rujukan, maka dokter yang di kloter akan melakukan konsultasi terlebih dahulu ke sektor atau ke KKHI berdasarkan kondisinya.

“Tergantung triasenya (kondisi kegawatdaruratan-red), misalnya kriteria hijau, mungkin dirujuk ke sektor, kriteria kuning dirujuk ke KKHI, kriteria merah bisa langsung rujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi,” ujar dr. Enny ditemui di KKHI Madinah, Selasa (21/4/2026).

Untuk fasilitas kesehatan, dr. Enny menjelaskan terdapat perbedaan di pos kesehatan sektor dan di KKHI seperti alat kesehatan. Namun secara pelayanan, tempat tersebut bisa dikatakan sama.

Sementara salah seorang dokter di KKHI, dr. Aceng Apandi memberikan penjelasan terkait triase dengan berbagai kriteria.

Untuk kriteria hijau, kata dia, jamaah haji yang mengalami sakit ringan seperti pilek yang tak memerlukan penanganan lebih serius.

“Jadi cukup di sektor atau di kloter. Kedua warna kuning, artinya bahwa sudah ditangani di sektor tetapi tidak membaik, maka perlu dirujuk ke KKHI,” jelasnya.

Apabila pasien di KKHI ternyata masih tidak lekas membaik juga, kata dia, maka dengan batas waktu tertentu, pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Pasien ini masuk kategori merah.

Selain itu diketahui juga, para petugas kesehatan seringkali menangani jamaah haji dengan penyakit paru. Terkait penyakit ini, dr.Enny menjelaskan bahwa hal ini berawal dari ISPA.

“ISPA yang tidak tertangani bisa menjadi pneumonia atau radang paru. Nah itu biasanya itu dirujuk ke KKHI atau ke Rumah Sakit Arab Saudi,” kata dia.

“Dan satu kasus yang kalau di Madinah ini biasanya yang paling sering ya, khas di Madinah itu biasanya kaki melepuh. Biasanya karena jemaah ke masjid tapi sendalnya ditaruh, dititipin gak dibawa, begitu keluar, dia lupa, atau hilang tempatnya, nah terus keluar itu tanpa sendal,” tutupnya. (*/Ajo)

DPRD Banten MA
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien