Wisata Anyer

Pejuang Geger Cilegon 1888 Ki Wasyid Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

SERANG – Almarhum Ki Wasyid, tokoh sentral Peristiwa Geger Cilegon 1888 dikabarkan bakal dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada Tahun 2026 ini.

Kabar tersebut setidaknya tertuang dalam surat resmi Kemensos RI, tertanggal 06 November 2026 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten untuk diberitahukan kepada ahli waris atau keturunan Ki Wasyid.

Dalam surat itu, Kemensos menyebutkan bahwa Presiden RI bakal menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum Ki Wasyid.

Dinsos Provinsi Banten diminta untuk segera menyiapkan data satu orang ahli waris dan satu orang pendamping ahli waris yang akan menghadiri upacara penganugerahan.

Upacara penganugerahan dijadwalkan akan digelar di Istana Negara Jakarta, Selasa 10 November 2026, bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan.

Jika terealisasi pada 10 November nanti, gelar ini menjadi jawaban atas perjuangan panjang Yayasan KH Wasyid, sejarawan, ulama, dan Pemerintah Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Pemprov Banten yang sejak lama mengusulkan tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional.

Sebelumnya pada 2025, nama KH Wasyid sempat masuk dalam 40 tokoh yang diusulkan, namun belum lolos dalam 10 nama yang ditetapkan Presiden Prabowo.

KH Wasyid dikenal sebagai ulama kharismatik yang memimpin perlawanan rakyat Banten melawan kolonial Belanda dalam peristiwa heroik Geger Cilegon 1888.

Perlawanan yang berbasis rakyat jelata, menjadi simbol keberanian dan perlawanan berbasis nilai spiritual.

Dengan penetapan ini, nantinya Banten akan kembali menambah daftar putra terbaiknya sebagai Pahlawan Nasional setelah sebelumnya Brigjen KH Syam’un.

Ki Wasyid ini diketahui adalah kakek dari Brigjen KH Syam’un, mantan Bupati Serang yang juga pendiri Organisasi Islam Al-Khairiyah, yang telah lebih dulu dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2018.

Sebelumnya, Kementerian Sosial mengajukan 10 tokoh tambahan sebagai calon penerima gelar pahlawan nasional. Pengajuan itu melengkapi sebanyak 30 nama dari periode sebelumnya yang belum memperoleh keputusan akhir.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Selasa (3/11/2026) melansir Sindonews, mengatakan bahwa para kandidat baru berasal dari beragam latar belakang.

Kemudian Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon mendatangi Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/11/2026).

Kedatangan dirinya dalam rangka untuk menyerahkan usulan nama-nama calon para penerima gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sebagai Menteri Kebudayaan dan Ketua Dewan GTK tiba di Istana Merdeka untuk menyampaikan usulan kepada Presiden Prabowo Subianto @prabowo berupa rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) tentang Anugrah Pahlawan Nasional dalam rangka Hari Pahlawan 2026,” ujar Fadli Zon dalam akun instagramnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah nama termasuk Ki Wasyid yang diajukan ke Presiden telah melewati proses seleksi dan pengkajian yang ketat dan berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.

Mengenai usulan, Fadli mengungkapkan bahwa awalnya diteliti dan dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di tingkat Kabupaten/Kota serta Provinsi.

Adapun nama KH. Wasyid dari Banten telah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sejak tahun 2024 lalu. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien