Pengangguran di Banten Capai 412,36 Ribu Jiwa, Tertinggi di Kabupaten Pandeglang

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Banten per Agustus 2025.
Dalam Berita Resmi Statistik No. 56/11/36/Th. XIX, tercatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Banten sebesar 6,69 persen atau 412,36 ribu orang per Agustus 2025.
Secara persentase, angka ini naik 0,01 di bulan Agustus 2024 yang sebesar 6,68 persen.
Namun jika dilihat dari jumlah yang belum bekerja alias nganggur di bulan Agustus 2024 lebih tinggi, sebanyak 415 ribu jiwa.
Artinya terjadi penurunan pengangguran secara per orang namun, persentase meningkat 0,01 persen di bulan yang sama secara yoy.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Provinsi Banten, Adam Sofian, mengatakan, terjadi kenaikan jumlah penduduk usia kerja di Banten.
Di bulan Agustus 2024 berjumlah 9,44 juta orang, meningkat menjadi 9,54 juta pada Agustus 2025.
Kenaikan ini juga berpengaruh terhadap komposisi angkatan kerja di Banten.
“Turun dibanding periode sebelumnya di Februari 2025 yang mencapai 412,71 ribu orang,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Jika dirunut menurut 8 wilayah di Banten, terdapat tiga wilayah yang mengalami kenaikan pengangguran, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon.
Dari ketiganya, Kabupaten Pandeglang mencapai posisi tertinggi jumlah pengangguran di angka 8,80 persen per Agustus 2025 dari 8,09 secara yoy, atau naik 0,71 persen.
Namun apabila dilihat dari selisih tahun sebelumnya, Kota Baja mencatat posisi tertinggi dengan peningkatan 1,33 persen, dari bulan Agustus 2024 di angka 6,08 persen menjadi 7,41 persen pada bulan yang sama tahun 2025. (*/Ajo)
