Rawat Keluhuran Tradisi, Pagelaran Seni Tradisional Ubrug Dilestarikan

SERANG – Dalam rangka merawat keluhuran tradisi Ubrug, RRI Jakarta dan Banten bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menggelar Pagelaran Seni Ubrug di Museum Negeri Provinsi Banten, Kota Serang, Jumat (18/6/2021). Pagelaran seni ini digelar melalui luring dan daring.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Bara Hudaya, Walikota Serang, Syafrudin, Kepsta RRI Jakarta dan Banten, Enderiman Butar Butar, Kepala Kejaksaan Negeri Banten (Kejati), Asep Nana Mulyana dan perwakilan dari Ketua DPRD Provinsi Banten, Anda Suhanda.

“Seniman-seniman di Provinsi Banten ini seperti Ubrug dan beberapa tarian serta sanggar bisa ditampilkan dalam kegiatan. Kemudian dalam bidang pariwisata yang merupakan salah satu ekonomi kreatif juga bisa membuat pembinaan ekonomi Kreatif,” ujar Bara Hudaya.

Sementara, Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy dalam sambutanya mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada RRI Jakarta Banten, yang telah turut serta menyelenggarakan program seni daerah Ubrug Banten serta Dialog Interaktif.

“Perlu kita ketahui bersama, seni daerah Ubrug telah mengalami pasang surut dari arus globalisasi khususnya perkembangan teknologi informasi,” terangnya.

Andika berharap, untuk seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, agar dapat menyelenggarakan program kegiatan untuk mendukung eksistensi seni Ubrug agar tetap lestari.

Bank Banten hut

“Salah satu program adalah pengemasan pecinta seni Ubrug secara digital, sehingga dapat menjadi solusi agar seni Ubrug Banten tetap lestari,” katanya.

Kepsta RRI Jakarta, Enderiman Butar Butar mengatakan, bahwa tugas RRI Indonesia selain sebagai media informasi, juga turut untuk melestarikan budaya Nasional.

Penandatangan kesepahaman terkait pelestarian kesenian ubrug /Dok

“Dalam forum ini kita mengambil satu judul rawat keluruhan tradisi, jaga Ubrug tetap lestari. Rawat, yang artinya pelihara agar Ubrug ini bisa bangkit kembali atas tantangan jaman, yaitu teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafruddin mengungkapkan, peta ekonomi sosial Ubrug di Kota Serang sudah ada sejak ia kecil dan sudah sepatut tradisi itu dirawat.

“Melihat dari aspek sosial ekonomi dari jaman ke jaman Ubrug ini agak menghilang karena ada orgen tunggal dan lain sebagainya. Sehingga dulu tuh Ubrug ditampilkan ketika ada hiburan hajat dan sekarang sudah redup ditelan jaman,” ungkapnya.

“Akan tetapi dari kemajuan tersebut Ubrug juga menjadi icon Kota Serang yang seharunya Ubrug itu menjadi Icon Provinsi Banten, sehingga perlu dukungan penuh dari pemerintah Provinsi Banten,” katanya. (***)

Royal Juli